Bawaslu Jawa Barat Lantik Anggota Panwaslu 27 Kabupaten/Kota

25 / 08 / 2017 Kategori: ,

InilahOnline.com (Bandung-Jabar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat melantik anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) 27 kabupaten/kota Jawa Barat dengan disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di aula Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Jabar, Jumat (25/8/2017).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat Harmanius Koto menuturkan, dengan pelantikan tersebut, Panwaslu di 27 Kabupaten/kota di Jawa Barat sudah resmi mengemban tugas sebagai bagian dari penyelenggara pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Jawa Barat 2018 mendatang.

"Dengan ini resmi sudah menjadi panwas kota/kabupaten untuk mengawasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah, pemilihan gubernur, legislatif dan gubernur," kata Harminus.

Harminus menuturkan, tugas pertama yang harus dilakukan oleh anggota Panwaslu adalah harus segera membentuk sekretariat di masing-masing kabupaten/kota, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan kejaksaan setempat.

"Seiring dengan hal itu, anggota Panwaslu Kabupaten/Kota juga harus merekrut anggota Panwaslu Kecamatan, jadi sungguh berat. Begitu sampai di daerah, pekerjaan itu sudah menanti dan harus segera dijalankan," katanya.

Ia pun menambahkan masih ada lima Panwaslu kabupaten/kota yang belum menyelesaikan kesepakatan ajuan anggaran dengan pemerintah daerah setempat. Lima daerah tersebut adalah Majalengka, Subang, Kuningan, Cirebon, dan Banjar.

"Tentu kami dorong setelah pelantikan ini, kembali memproses ajuan anggaran sesuai dengan ajuan dari Bawaslu, "tandasnya.

Sementara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyampaikan selamat kepada seluruh anggota Panwaslu di 27 kabupaten/kota yang dilantik.

"Anggota panwas ini adalah amanah untuk dilaksanakan sebenarnya-benarnya karena telah disumpah di hadapan Tuhan, di hadapan manusia," katanya.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu berharap, pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 hingga Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Jabar tidak diwarnai kecurangan dan demokrasi benar-benar ditegakkan.

"Insya Allah. Saya bangga KPU Jabar, panwas, Insya Allah yang terbaik," ungkapnya.

Aher menambahkan, pelaksana Pilkada nanti, diharapkan KPU dan Panwaslu tingkat provinsi dan kota/kabupaten harus menciptakan pemilihan yang berkualitas sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat.

"Saya harapkan kpu dan panwaslu harus menyelenggarakan pilkada dengan baik, dengan menghadirkan hasil pemilih yang berkualitas," harapnya.

KPU dan Bawaslu juga harus melakukan edukasi demokrasi ke seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaan pemilu akan menghadirkan pemilih-pemilih yang cerdas.

"Dengan memilih yang terbaik maka akan menjadikan demokrasi yang baik, dan berdampak pada pembagunan yang baik pula," kata Aher.

Dalam upaya mewujudkan pemilih yang cerdas tambah aher, pemimpin daerah juga harus di sokong oleh tingkat pendidikan yang tinggi. Tingkat pendidikan masyarakat di Jawa Barat saat ini terus meningkat, sehingga kesadaran politik masyarakat Jawa Barat akan terus meningkat.

"Di Jabar orang yang berpendidikan tinggi cukup banyak, sehingga kesadaran untuk berdemokrasi juga menjadi tinggi," tandasnya. (Frida)