Bogor Darurat Narkoba, BNNK Bogor Harus Segera Dibentuk

Megapolitan217 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bogor terus digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Muspida mengingat saat ini Kota Bogor sudah bukan lagi ditahap kritis narkoba melainkan darurat narkoba. Pasalnya, sebagai kota penyangga ibu kota, Kota Bogor tidak lepas dari jaringan narkoba, baik yang sifatnya hanya transit ataupun menetap.

“Transit itu barang atau narkoba tidak lebih dari satu hari sudah bergeser. Sedangkan kalau menetap itu memang ada beberapa tempat yang membuat narkoba secara tradisional bahkan Polresta Bogor Kota pernah menemukan pembuatan sabu-sabu di sebuah rumah mewah,” ujar Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka saat workshop Pembentukan BNNK Bogor, di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (23/01/2017).

Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana BNN Kombes Pol Purwoko Adi mengatakan, di Indonesia sudah ada 5 juta orang penyalahguna narkoba. Dari 5 juta tersebut, 52 persen merupakan para pelajar, 27 persen pekerja, dan sisanya pengangguran. Tak ayal pembentukan BNNK Bogor selain sebagai perpanjangtanganan dari BNN juga merupakan kebutuhan mendesak untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor, terutama dikalangan remaja.

“Dengan adanya BNNK Bogor tidak hanya melakukan pemberantasan narkoba tapi juga ada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, sebab narkoba masuk dan modusnya sudah bermacam-macam dari berbagai lini,” katanya.

Foto : Dok Humas Polresta Bogor Kota

Ia menuturkan, pembentukan BNNK Bogor ini terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Beberapa unsur utama yang harus dipenuhi yakni jumlah entry point narkoba, jumlah pecandu narkoba, jumlah kasus tindak pidana narkoba, jumlah tersangka tindak pidana narkoba, jumlah kasus tindak pidana lainnya.

“Unsur penunjang lainnya yang dibutuhkan SDM-nya, anggaran, sarana prasarana, angka pravalensi, dan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor,” terangnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan bersama termasuk partisipasi dari masyarakat untuk ikut andil minimal dalam pencegahan dari mulai keluarga. Sebab maraknya penggunaan narkoba dari kalangan pelajar didasarkan pada ketidaknyamanan anak di rumah yang membuat anak jadi salah bergaul dan terjerumus ke narkoba.

“Maka dari itu harapan saya dengan adanya BNNK Bogor minimal penyalahgunaan narkoba dapat ditekan karena akan ada sosialisasi ke sekolah-sekolah sehingga. Dan bagi pengguna narkoba bisa sembuh lewat rehabilitasi di BNNK,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, semangat dibentuknya BNNK Bogor itu sebenarnya sudah diusulkan sejak tiga tahun lalu. Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya selama ini jumlah penyalahgunaan narkoba di tingkat Kota Bogor belum berkurang sama sekali malah sebaliknya terus meningkat. Padahal sudah banyak upaya yang dilakukan baik dari Pemkot Bogor maupun kepolisian.

“Kami inginnya BNNK Bogor segera terbentuk agar punya keleluasaan dalam pengawasan, pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Bogor,” katanya.

Ia menambahkan, hal-hal yang menyangkut ketersedian unsur penunjang, Pemkot Bogor akan menyiapkan lahan seluas 2.000 Meter untuk kantor BNNK Bogor nanti dan tentunya anggaran serta SDM-nya.

“Untuk unsur utamanya ada di kepolisian dan kejaksaan. Yang terpenting usulan ini dapat persetujuan dulu dari Kemenpan-RB sebagai penentu kebijakannya,” kata Sekda. (Agha Dwi Rizkianto)