Cagub Sudirman Said Makan Nasi Pongol Bersama Warga Desa di Persawahan Larangan Brebes

Daerah, Politik575 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BREBES – Cagub Jateng Sudirman Said setelah meninjau lokasi bencana banjir di Tegal, menemui ratusan warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pertemuan dilakukan di sebuah gubuk di tengah-tengah sawah.

Dari gubuk di tengah sawah itulah warga mendoakan Sudirman menjadi Gubernur Jawa Tengah, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 27 Juni 2018 mendatang.

Selain menggelar diskusi dan dialog, ratusan warga juga menggelar makan nasi ponggol bungkus bersama Sudirman di lahan pertanian dan kebun bawang merah tersebut.

”Alhamdulillah, saat ini salah satu warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan Brebes akan menjadi Gubernur Jawa Tengah, mari kita doakan agar keinginan beliau bisa tercapai, memimpin Jateng yang lebih baik lagi,” kata Bambang, salah satu warga Brebes saat bertemu dengan Sudirman di sebuah gubuk tengah sawah di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes pada Kamis (15/2/2018).

Senada dengan Bambang, Haji Toha, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, bahwa sosok Sudirman dinilai sosok yang tepat memimpin Jateng. ”Mari masyarakat Brebes mendoakan beliau menjadi pemimpin Jawa Tengah,”kata Toha.

Sementara, Sudirman yang mendapat sambutan cukup hangat dari masyarakat Brebes, mengapresiasi atas antusiasme masyarakat menyambut dirinya.

”Mereka sebagian besar adalah masyarakat yang hidup dari pertanian, dan kedatangan saya kesini, saya tidak mengerahkan, karena tahu ada warganya pulang mereka menyambut dengan antusias,”ujarnya.

Sudirman berjanji, ketika terpilih menjadi Gubernur Jateng akan memprioritaskan desa sebagai fokus pembangunan di Jateng. Segala aktivitas kita ditopang oleh orang-orang desa, namun ternyata perhatian pemerintah masih rendah terhadap kehidupan warga desa.

”Gambaran rendahnya perhatian pemerintah terhadap desa terlihat di Jawa Tengah,”tukasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016 ini mengatakan, ketimpangan sosial antara daerah perkotaan dan pedesaan hingga kini masih sangat tinggi.

”Dari 8.559 desa dan kelurahan di Jateng, angka kemiskinan Jateng yang cukup tinggi, yakni 13 % atau lebih tinggi dari rata-rata angka kemiskinan nasional didominasi oleh penduduk desa,”tegasnya.(Suparman)