Demo PMII Tuntut Kasatpol PP Mundur Berujung Ricuh

Megapolitan587 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiawa dari Pergerakan Mahasiawa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Jl. Ir. H. Juanda No. 10, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (31/7/2017) berujung ricuh.

Dalam aksinya, PMII cabang Kota Bogor menuntut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bogor untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Dari pantauan InilahOnline.com, tampak aksi demo tersebut membawa beberapa spanduk bertuliskan ‘Turunkan Kasatpol PP’. Sejumlah petugas Satpol PP hingga Srikandi Satpol PP Kota Bogor berhadapan dengan para pendemo.
Semula, unjuk rasa berlangsung tertib, para masiswa bergantian berorasi menyampaikan aspirasinya dengan pengawalan ketat Satpol PP dan aparat kepolisian.

Dalam, orasinya demonstran meminta untuk masuk kedalam Balai Kota untuk bertemu Wali Kota Bogor Bima Arya, namun permintaannya tidak dipenuhi. Suasana mulai memanas hingga saling dorong dengan Anggota Satpol PP yang dibatasi Pintu Gerbang masuk Pemkot Bogor kericuhan tak bisa dihindari.

Ketua PMII cabang Kota Bogor, Fahrizal mengatakan, aksi damai mahasiswa ini hanya ingin menyampaikan aspirasi rakyat. Yang menuntut Wali Kota Bogor agar mencopot Kasatpol PP Kota Bogor lantaran banyak pelanggaran Perda Kota Bogor yang tidak ditindak tegas.

“Banyak sekali tugas dan fungsi yang tidak dilaksanakan dalam penegakan PERDA. Seperti contohnya banyaknya trotoar di kota bogor yang tidak dipakai selayaknya, digunakan untuk berjualan yang seharusnya dipakai oleh para pejalan kaki sehingga membuat keresahan para pejalan kaki. Maraknya gepeng dan pengamen di kota Bogor yang meresahkan dan mengganggu ketertiban umum harusnya ditertibkan,” bebernya.

Masih kata Fahrizal, Baru baru ini yang sering terabaikan adalah vandalisme, “lagi-lagi Satpol PP kebobolan dalam menjaga ketertiban, maraknya vandalisme yang merusak pemandangan Kota di akibatkan lalainya satpol PP dalam melalukan penjagaan,” ungkapnya.

Lanjut dia, terkait penegak Perda seharusnya Satpol PP berani menindak dan bekerja ektra. Pihaknya menilai pelaku pelanggaran Perda masih banyak dan bebas berkeliaran.

“kenyataanya taman-taman di Kota Bogor kerap sekali digunakan sebagai tempat mesum oleh kalangan ABG, sering masyarakat sekitar tamanpun memergoki pasangan yang berbuat asusila di kawasan taman,” katanya. (Nicko)

banner 521x10

Komentar