Dukung Visi Kesehatan Dunia 2030, STIKES UMMI Bogor Siap Cetak Ribuan Perawat dan Bidan Generasi Qurani

INILAHONLINE.COM, BOGOR — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu melipatgandakan upaya untuk memperkuat dan memperluas kader perawat dan bidan hingga 1,9 juta orang. Hal ini untuk mencapai visi kesehatan bagi semua pada 2030.

Menurut Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh, perawat dan bidan adalah pusat dari layanan kesehatan yang berkualitas untuk semua orang. Termasuk, untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan selama masa hidup, merawat ibu, bayi baru lahir dan anak-anak untuk memberikan imunisasi yang menyelamatkan jiwa, nasihat kesehatan, dan merawat orang tua.

“Meningkatkan pendidikan keperawatan dan kebidanan, penyebaran dan retensi pedesaan telah menjadi prioritas utama. Pada 2018, kawasan ini memiliki 3,5 juta perawat dan bidan atau 18 orang per 10.000 penduduk, naik dari 2,9 juta pada 2014, rasio 16 orang per 10.000 penduduk. Rata-rata regional masih jauh di bawah rata-rata global 37 perawat per 10.000 populasi, dan minimum yang diperlukan 40 perawat oleh 10.000 populasi. Pada 2030, kawasan ini akan membutuhkan sebanyak 1,9 juta lebih perawat dan bidan,” kata Singh, dikutip dari republika.co.id.

Melihat fenomena dan kebutuhan nakes tersebut, Yayasan Pendidikan UMMI Cendekia Bogor tergerak membuka Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) UMMI Bogor di bilangan Karadenan, Kabupaten Bogor.

Ketua STIKES UMMI Bogor, dr. Meizi Fachrizal Achmad, M. Biomed mengatakan, STIKES UMMI Bogor sendiri merupakan pengembangan dari Akademi Kebidanan (Akbid) Ciara Putri yang sebelumnya telah berdiri sejak tahun 2008 dan telah meluluskan ratusan tenaga bidan dari 12 Angkatan dengan tingkat kelulusan 100 % Uji Kompetensi Bidan Indonesia.

“STIKES UMMI Bogor saat ini adalah pengembangan, dan transformasi dari Akbid Ciara Putri. Keberadaan STIKES menjawab permintaan masyarakat selama ini akan kebutuhan sekolah tinggi kesehatan yang berskala global, namun juga masih terjangkau untuk semua kalangan, apalagi yang berlandaskan nilai-nilai islami,” ujar dr. Fachrizal Achmad, di kampus STIKES UMMI Bogor, Jumat (27/05/2022).

Diungkap dr. Fachri, keunggulan STIKES UMMI merupakan satu-satunya sekolah tinggi kesehatan di kawasan Bogor Raya yang mempunyai gedung dan rumah sakit sendiri, yang tentunya akan memudahkan uji praktek para mahasiswanya, dan juga menerapkan nilai-nilai Islami dalam metode pembelajarannya.

“Dengan praktek dirumah sendiri tentunya akan lebih memudahkan para mahasiswa, dan pastinya para tenaga professional di RS UMMI Bogor akan membimbing langsung mereka. Yayasan juga telah menjalin kerjasama dan membuka jalur dengan beberapa rumah sakit di Timur Tengah dan Eropa. Visi kami para bidan dan perawat lulusan STIKES UMMI dapat menjadi tenaga professional siap kerja tak hanya dalam negeri namun juga skala internasional. Nilai tambah lainnya, kami masukkan mata kuliah tambahan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan juga Tahfiz Quran sebagai penunjang,” urai dr. Fachri.

Senada, Wakil Ketua STIKES Inna Noor Inayati, S.ST, MH. KES mengatakan, dari sisi biaya perkuliahan di STIKES UMMI pun sangat terjangkau bagi para calon mahasiswa.

“Untuk angkatan pertama ini, kami membebaskan biaya pembangunan gedung. Dan bagi pendaftar di bulan Mei juga bebas biaya pendaftarannya. Ditambah lagi, kami berikan kemudahan skema biaya kuliah yang dapat dibayarkan per bulan mulai dari 900 ribu untuk program regular kebidanan dan keperawatan, dan itu sudah termasuk biaya praktek,” jelas Inna Inayati.

Disisi lain, para lulusan nantinya juga tak hanya menjadi tenaga perawat dan bidan yang kompeten dan professional, namun juga dibekali dengan nilai-nilai Islami dan dapat mengantongi hafalan quran minimal 3 – 5 Juz selama masa perkuliahan.

“Kami juga telah melaksanakan program Bidan Hafiz Quran sejak tahun lalu dan itu merupakan angkatan pertama, saat ini kami sedang dalam evaluasi. Insya Allah di tahun-tahun mendatang akan kami buka kembali. Target kami mencetak bidan dan perawat hafidz quran 30 juz,” tukas Direktur Akbid, sambil mengungkap program ini merupakan pilot project dan satu-satunya di Indonesia.

Diakhir, Inna Noor Inayati menambahkan untuk informasi selanjutnya para calon mahasiswa dapat mendatangi langsung Kampus STIKES UMMI yang berlokasi di Jalan Raya Pemda no. 100, Kampung Parakan Kembang, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dengan telpon (0251) 7508154, HP 0812-1340-2018, dan 0813-8826-2679. Atau dapat mengunjungi laman fanpage FB STIKes UMMI Bogor, dan instagram @stikesummibogor. Pendaftaran online juga bisa diakses di www.akbidbdg-ciaraputri.ac.id atau linktr.ee/stikesummibogor.(*)

banner 521x10

Komentar