Fetty Fatimah, Sosialisasi Program KIE Kreatif di Kelurahan Jati – Pulogadung

Megapolitan589 Dilihat

InilahOnline.com (Jakarta) – Setelah menyelenggarakan Pembekalan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi kader tingkat Kelurahan Pulogadung, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perkembangan Anak Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Timur, Fetty Fatimah mengunjungi kader di Kelurahan Kelurahan Jati – Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (26/11/2017).

Kasudin PPAPP Jakarta Timur, Fetty Fatimah menekankan korelasi antara KB, reproduksi, pertambahan penduduk serta berbagai dampak ikutannya.

Program KB tidak melulu berbicara soal alat kontrasepsi. Lebih dari itu, pihaknya juga melalukan berbagai pembinaan serta pendampingan bagi masyarakat dalam hal upaya mensejahterakan keluarga.

“Untuk semua warga Kelurahaan Jati – Pulogadung, terutama ibu-ibu rumah tangga, tolong sosialisasi ini mohon dimengerti. Semboyan orang tua kita dahulu bahwa banyak anak banyak rezeki sudah tidak sesuai lagi dengan jaman sekarang, karena dengan banyak anak maka akan banyak pula biaya yang harus kita tanggung, malah kita akan kerepotan menanggung biayanya,” ujar Fetty Fatimah sambil tertawa yang diikuti oleh hadirin yang datang.

Oleh karena, lanjut Fetty menambahkan, program Keluarga Berencana dengan 2 anak itu sudah cukup merupakan program pemerintah yang harus kita perhatikan, betapa pentingnya program KB ini buat keluarga kita.

“Dengan dua anak kita bisa memberikan pendidikan yang cukup, anak-anak kita bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi,” imbuh Fetty.

Dalam kesempatan itu Fetty juga menyampaikan, Jikalau memang diantara para ibu-ibu dirasa mampu untuk memberikan masa depan yang layak dan tidak memberatkan. “Silakan saja. Tetapi harus dingat arti dari kelayakan itu, Kelayakan adalah setiap anak wajib mendapatkan pendidikan yang layak, minimal SMA harus tamat,” tandas Fetty.

Fetty mengingatkan, dalam hal ini program KB bisa menekan jumlah pertambahan penduduk, merencanakan Keluarga berkualitas, menurunkan angka kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) serta 4T.
“Kita harus selalu ingat hindari 4T, Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Rapat dan Terlalu Banyak. Agar hidup kita lebih sejahtera,” tandasnya (ian)