Gajar Ajak Semua untuk Tenang, Pengeboman Gereja di Surabaya Adalah Tindakan Biadab

Jawa Tengah, Politik507 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat dan petugas penegak hukum untuk meningkatkan kewaspadaan, pasca ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Dia juga meminta para ulama dan tokoh agama untuk turun meredakan situasi.

Usai menghadiri Wisuda santri Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara, Minggu (13/5) Gubernur Jateng yang sedang mengambil masa cuti kampanye Ganjar Pranowo meminta agar semua meningkatkan kewaspadaan, utamanya masyarakat dan penegak hukum.

“Karena menjaga NKRI ini harus bersama-sama. Kita tidak takut soal itu. Kita mengutuk ini tindakan yang sangat biadab,” Kata Ganjar.

Selain menyampaikan bela sungkawa pada korban, Ganjar mengajak agar seluruh masyarakat agar tidak takut, meski kejadian bom bunuh diri ini waktunya pendek dari Mako Brimob. Bahkan terdapat pula dua gereja lagi yang ditemukan bom dan belum sempat meledak.

“Dan tentu pada tingkatan yang sama hari ini kita mesti waspada, meningkatkan patroli, menjaga kerukunan antar umat beragama,” kata dia.

Untuk menenteramkan keadaan di masyarakat, calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 ini meminta agar ulama dan tokoh agama untuk turun tangan.

“Saatnya kita berkumpul dengan masyarakat, semua mesti bergerak dengan cepat untuk meredam situasi ini agar tidak menular kemana-mana,” katanya.

Selain itu, harapan pasangan Taj Yasin ini mudah-mudahan aparat segera sigap menemukan dalang dibalik kejadian memilukan dan keji ini.

“Untuk masyarakat saya minta sekarang menjaga kewaspadaan, kita tingkatkan patroli-patroli bahkan ronda-ronda kita hidupkan lagi. Juga forkopimda segera aktif menjaga tempat masing-masing, bukan hanya Jatim, tapi juga Jateng dan seluruh Indonesia,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, baru saja usai drama Mako Brimob yg dilakukan oleh napiter, disusul dengan penusukan anggota Brimob dan tertangkapnya dua wanita muda yang akan membunuh anggota polisi, pagi ini, Ahad (13/5/2018) Indonesia berduka karena terjadi ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Sedikitnya 9 korban meninggal dan 40 orang luka-luka.(Suparman)