Hari Pertama Kerja, Disdukcapil Layani 300 Pemohonan Cetak KTP-el

21/06/2018 20:45:15 Kategori:

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, Kamis (21/06/2018) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor kembali membuka pelayanan. Terhitung 300 orang sudah mengambil nomor antrean untuk melakukan pencetakan KTP-el. Tak ayal, Kantor Disdukcapil yang berada di Jalan Achmad Adnan Wijaya, Kota Bogor ini sejak pagi hingga siang ramai dengan warga.

“Hari ini memang dibatasi hanya sampai 300 orang saja untuk pencetakan KTP-el, karena kalau melebihi itu pelayanan bisa sampai malam,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dody Ahdiat,

Dody mengatakan, pihaknya masih membuka loket khusus pencetakan KTP-el yang dikolektif RT/RW. Warga cukup memberikan Surat Keterangan (Suket) kepada RT/RW-nya. Dengan dikolektif warga tidak perlu mengantre dan ini bebas dari biaya apapun.

“Jadi kami harap RT/RW mau menerima warga yang ingin kolektif. Minimalnya ada 5 orang dan maksimalnya 50 orang dengan jangka waktu selesainya lima hari kerja,” imbuhnya.

Sejak mulai kembali cetak KTP-el pada Senin (4/5/2018) lalu hingga H-2 lebaran Rabu (13/6/2018) kata Dody, Disdukcapil Kota Bogor sudah mencetak 8.537 KTP-el dari total yang sudah Print Ready Record (PRR) atau siap cetak 17 ribu KTP-el.

“Saat ini total wajib KTP di Kota Bogor ada 740.678 orang dan yang sudah melakukan perekaman 712.046 atau 96,13 persen, jadi sisanya hanya tinggal 3,87 persen lagi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pendatang baru yang masuk ke Kota Bogor pasca lebaran, Dody mengungkapkan, kalau pihaknya baru akan melakukan pendataan penduduk non permanen setelah satu minggu kerja yang artinya Kamis (28/6) nanti.

Namun, berdasarkan data selama tiga tahun ini jumlah pendatang tidak terlalu siginifikan atau hanya sekitar 200 orang. Mengingat mereka seringnya hanya transit ke Kota Bogor dan setelah beberapa bulan menyebar ke berbagai Kota. Seperti Kabupaten Bogor, Bekasi dan Tangerang.

“Jadi Kota Bogor itu bukan kota tujuan untuk penduduk yang ingin menetap. Sekalipun ada yang menetap jumlahnya seimbang dengan yang pindah dari Kota Bogor,” katanya. (ian Lukito)