Ini Kata Sefwelly, Demi Sebuah Pelayanan Kemasyarakatan Sefwelly Ginanjar maju di putaran Pilwalkot dampingi Edgar Suratman

Politik633 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Pasangan Calon (Paslon) Independen Cawalkot Kota Bogor 2018 Edgar Suratman dan Sefwelly Ginanjar awalnya tidak memiliki konteks untuk keranah Politik.

Hingga akhirnya mereka pun di pertemukan kembali dalam suatu undangan disalah satu organisasi kemasyarakatan kota Bogor. Menurut Sefwelly antara Edgar dan dirinya mengenal satu sama lain dan satu Ikhwan memiliki benang merah untuk memajukan kota Bogor.

Sefwelly Ginanjar bakal calon Wakil Wali Kota Bogor dari pasangan Edgar Suratman menyatakan, awal pertemuan dirinya dengan H. Edgar Suratman itu sangat tidak direncanakan, dan dirinya tidak membayangkan bisa berdampingan dengan beliau.

“Yang jelas saya selalu tanamankan di dalam diri saya ukhuwah Islamiah dalam sebuah silaturahmi itu sangat penting terhadap semuanya dan kepada siapa pun,” paparnya saat di konfirmasi InilahOnline.com, di Jalan artzimar II indraprasta, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Jumat (15/12/2017).

Menurutnya, dirinya berjumpa dengan H. Edgar itu untuk prihal yang lain diluar konteks politik sama sekali tidak ada pembahasan tentang politik, dan dirinya tau beliau memang di usung oleh beberapa komponen masyarakat untuk maju di Pilwalkot 2018 nanti.

“Sampai saat itu pembicaraan kita, seputar pembicaraan dan persoalan yang lain, tidak ada sedikit pun membahas pilwalkot,” tuturnya.

Akhirnya, mereka bertemu lagi dalam sebuah undangan salah satu organisasi kemasyarakatan, bahkan dirinya tidak mengetahui kalau H. Edgar Suratman ikut hadir dalam acara tersebut, dan dirinya merasa beliau juga tidak mengetahui kedatangan dirinya di acara itu.

Karena kita sudah sering bertemu dan saling tampil bersama, masyarakat meminta kami untuk maju di Pilwalkot 2018.

“Saat itu saya menolak, karena tidak berambisi, saya sadar betul kapasitas saya, karena memimpin itu tidak segampang membalikkan telapak tangan, jabatan pemimpin itu amanah, kita harus pegang teguh amanah itu,” ungkapnya.

Bertolak dari ambisi, lanjutnya, ambisi jika bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan maka harus kita perjuangan sampai kapanpun demi sebuah pelayanan kepada masyarakat, bahkan ambisi itu perlu, tetapi sasarannya harus benar-benar tepat.

“Saya melihat sebaik apapun sebuah perencanaan kita, jika Alloh SWT menghendaki itu akan berjalan mulus, namun jika Alloh SWT tidak menghendaki, sampai kapan pun perencanaan itu tidak akan berjalan bahkan banyak kendala yang akan dihadapi, semuanya Alloh SWT juga lah yang menentukan. Jadi segala sesuatunya harus berproses dan berikhtiar. Ikhtiar itu sebuah ibadah, selama kita bisa istiqomah dan bertawakal kepada Alloh SWT, Insya Alloh akan ada jalannya,” pungkasnya. (Nicko)