Kadinkes Kota Bogor Lakukan Kegiatan Gertak PSN

Berita, Megapolitan109 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Kerpala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno melakukan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) bersama Wali Kota Bogor beserta Jajaran Pemerintah Kota (pemkot) Bogor

Gertak PSN yang melibatkan para siswa di Kota Bogor ini. Karena di sekolah ini melihat dari adanya data yang mulai terus ada peningkatan sejak awal yang belum ada tanda penurunan signifikan dari kasus yang tersebar di 8 kelurahan.

“Dari sebaran kasus DBD yang paling banyak itu adalah usia rentan 5 sampai 14 tahun dan jumlahnya sampai 606 kasus,” ujar dr. Sri Nowo Retno. Senin (1/4/2024)

Menurutnya, dari hasil penelitian dan surveilans tempat penularan tidak hanya di lingkungan rumah dan tempat tinggal, tapi juga di sekolah dan tempat umum. 

“Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot sejak terjadi peningkatan kasus di awal Januari, dengan dikeluarkan surat edaran wali kota terkait antisipasi meningkatnya kasus DBD, yang kemudian dilanjutkan secara serentak Gertak PSN di 68 kelurahan,” katanya.

Namun demikian, upaya itu telah dilakukan secara masif dan berkelanjutan, kasus DBD tak juga turun. Sehingga kemudian dilakukan Gertak PSN bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan melantik para duta jumantik.

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi istrinya Yane Ardian bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Duta Jumantik (Juru pemantau jentik) melaksanakan Gertak PSN di SMPN 3 Kota Bogor

“Tujuannya untuk menurunkan angka kejadian DBD dan juga sebagai edukasi kepada siswa, termasuk juga mengaktifkan siswa sebagai kader atau Duta Jumantik. Ini harus kita tingkatkan, termasuk anak-anak bisa menjadi kader tetapi juga di lingkungan masing masing,” kata Kadinkes Kota Bogor.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Siti Robiah Mubarokah meminta kepada para peserta didik dan masyarakat agar rajin membersihkan tempat-tempat air yang tergenang, seperti dispenser maupun tempat yang memunginkan air bersih tergenang. Minimal seminggu sekali mengingat perkembangan telur berkembang menjadi jentik hingga menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu 9 – 10 hari.

“Agar kita bisa mencegah jangan sampai telur-telur atau jentik nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa yang akan menggigit, maka kita harus lebih dulu memberantas jentik-jentiknya secara rutin seminggu sekali melalui 3 M, menutup tempat penampungan air, menguras dan membersihkannya serta mendaur ulang barang-barang bekas plus cara-cara lainnya,” imbuhnya.(PH)