Karena Takut dan Merasa Bersalah, Penabrak Polisi Sragen Hingga Tewas Serahkan Diri

INILAHONLINE.COM, SRAGEN

Polres Sragen menetapkan Joko Pitoyo (45), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Sragen sebagai tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan Bripka Kurniawan, anggota unit Intelkam Polsek Masaran. Ia kemudian menyerahkan diri sehari setelahnya, karena ketakutan dan merasa bersalah, Jumat (15/11/2019).

AKBP Yimmy mengatakan dalam jumpa pers di Mapolres Sragen berikut barang bukti berupa sepeda motor nopol AD-5385-AVE yang dikendarai pelaku. Tersangka waktu kejadian memang sempat melarikan diri. namun dari keterangan tersangka, ia lalu melarikan diri setelah menabrak Bripka Kurniawan, karena ketakutan di massa. Saat itu ada yang melihat tersangka, kemudian mengejarnya.

Karena ketakutan, tersangka kemudian berusaha meloloskan diri dari kejaran. Dan untuk menghilangkan jejaknya, ia membuang jaket yang di pakainya ke sungai. Aksi membuang jaket itu dilakukan sesaat setelah tersangka berhasil lolos dari kejaran warga.

“Jadi pelaku ini, setelah bertabrakan dengan korban kemudian melarikan diri. Dari hasil penyelidikan, kami sudah sempat kantongi nopol pelaku, namun pelaku kemudian menghubungi kami untuk menyerahkan diri,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Senin (18/11/2019).

Saat kejadian, lanjut Yimmy, pelaku mengaku sedang mencari alamat di daerah Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran. Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku yang sempat berhenti di pinggir jalan, memutuskan untuk putar balik. Di saat bersamaan, korban melintas hingga terjadi tabrakan.

“Pengakuan pelaku, sebelum putar balik sudah melihat sekeliling. Karena merasa kondisi jalan sepi, dia jalan (putar balik). Ternyata ada korban melintas dari arah depan pelaku, dan menabrak bagian persneling dan jatuh,” terang Yimmy.

Setelah tabrakan, pelaku mengaku sempat memeriksa kondisi korban. Menurut pelaku, saat itu korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Namun karena melihat massa banyak yang berdatangan, pelaku memutuskan untuk lari.

Kapolres Sragen mengatakan dari hasil penyelidikan dan olah TKP, terungkap bahwa tersangka asal Desa Wonorejo, Kedawung itu sempat pergi dan membuang jaket yang dikenakan saat kejadian.

“Jaket itu dibuang dalam perjalanan melarikan diri menuju kembali ke rumah. Tersangka ini sempat membuang jaketnya di Sungai Semplak. Setelah berfikir panjang, baru dia akhirnya menyerahkan diri,” terang Kapolres.

Sementara, dikatakan tersangka Joko Pitoyo, ia mengaku membuang jaket karena ketakutan melihat ada yang mengejarnya. Menurutnya dengan membuang jaket akan menghilangkan jejak warga yang terus mengejarnya saat dirinya berusaha kabur.

“Saya takut karena ada yang ngejar dan terus ngejar. Takut kalau dimassa karena dari jarak jauh kan yang kelihatan jaket saya. Setelah saya jauh dan yang ngejar nggak kelihatan, baru saya buang jaket saya ke sungai,” akunya.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha penggilingan padi itu mengaku setelah berhasil kabur dari kejaran warga, ia langsung pulang ke rumahnya di Wonorejo, Kedawung.

Karena merasa bersalah dan dibayangi ketakutan, ia akhirnya memutuskan diri menyerahkan ke Polres.

“Saya takut Pak, karena merasa bersalah akhirnya saya menyerahkan diri,” tukasnya.

Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Sragen, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 310 ayat 4 dan pasal 312 UURI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

(Suparman)