Ketum PWI : Wartawan Harus Jadi Garda Terdepan Sampaikan Informasi Covid-19 Kepada Masyarakat

Berita, Nasional277 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Wartawan harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah pandemi Corona Virus Diase 2019 (Covid-19) dengan tetap memperhatikan dan jangan mengabaikan protokol kesehatan ketika melakukan liputan.

“Saya bangga sekali wartawan sekarang ini bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi Covid-19, tapi saya mengingatkan harus mengutamakan kesehatan, mengutamakan kondisinya. Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan,” ujar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari, dalam keterangan resminya, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Menurutnya, agar para wartawan tidak melakukan peliputan selama belum memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Di samping itu, seluruh organisasi pers termasuk PWI terus mengingatkan, mengimbau, dan menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar prosedur yang benar saat peliputan selama pandemi Covid-19 tetap dijalankan.

“Hingga saat ini ini kegiatan peliputan sudah mulai dibatasi, dalam artian tidak lagi menimbulkan kerumunan yang sejalan dengan prinsip ‘physical distancing’ atau menjaga jarak, tandas Atal Depari.

Lebih lanjut Ketum PWI mengatakan, pihaknya berharap, agar semua kegiatan peliputan yang sebelumnya masih mengundang banyak wartawan dalam menggelar konferensi pers atau jumpa pers sehingga menimbulkan kerumunan untuk dihindari selama pandemi Covid-19.

 

“Beberapa waktu lalu, karena diundang atau apa, temen-temen wartawan masih bergerombol dan berkerumun, ketika kita kampanye ‘social distancing’ masih berkumpul, begitu juga di beberapa daerah,” katanya.

Atal juga mengingatkan, dalam hal ini banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui televisi pool, televisi streaming, telepon seluler dan sebagainya. Karena itu kita perlu mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selama memberikan keterangan resmi mengenai Covi-19 dari Kantor Graha BNPB sudah menggunakan sitim melalui TV Pool, Radio Pool dan rilis pers kepada para awak media melalui grup jejaring sosial yang dikelola oleh Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Kami meminta temen-temen wartawan lebih mengutamakan kesehatannya. Protokol kesehatan itu intinya. Sebenarnya, banyak sekali cara meliput sekarang ini, seperti TV pool, ini sudah bagus,” katanya.

Selain itu, menurut informasi perwakilan media-media asing di Indonesia pun sudah tidak menerjunkan lagi wartawannya ke lapangan selama pandemi Viris Corona demi mendukung upaya Pemerintah dalam rangka memutus penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Saya dengar beberapa perwakilan media di luar, misalnya AS, Inggris, perwakilannya di sini ga ada yang di lapangan. Apalagi, sampai mengejar pasien sampai rumah sakit (RS),” imbuh Atal.

Sebelumnya PWI Pusat telah menggelar rapat khusus terkait perkembangan kasus Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, memutuskan kepada para Pengurus PWI didaerah untuk Tunda Aktivitas Kegiatan Selama 2 Minggu.

Demikian hal yang disampaikan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari di Kantor PWI Pusat saat rapat khusus tentang wabah Virus Corona atau Covid – 19 di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020).

Rapat digelar sebagai bentuk partisipasi aktif PWI Pusat dalam menghambat penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan membuat instruksi dan imbauan kepada semua pihak.

(Piya Hadi)