Kuasa Hukum GS Ajukan Surat Pengalihan Tahanan

Megapolitan933 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Kuasa Hukum Guntur Daso mengajukan surat permohonan pengalihan penahanan terhadap Gumilar Suteja (GS), tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan APBD Desa tahun anggaran 2015-2016 untuk infrastruktur Jalan di Tamansari ke Kejakasaan Negeri Kabupaten Bogor.

Samuel mengatakan pengalihan penahanan tersebut berdasarakan KHUP pasal 23 dan pasal 31 sebagaimana hak daripada tersangka yang ditahan.

“Kami telah mengajukan pemohonan pengalihan penahanan sebagai mana di atur dalam KUHP pasal 23 dan Pasal 31, sebagaimana hak dari pada tersangka yang di tahan,” ucap Kuasa Hukum GS, Guntur Daso kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

Ia menegaskan, sebagai kuasa hukum yang ditunjuk keluarga tersangka, tentunya akan melakukan upaya upaya hukum untuk memperjuangkan kliennya.

Selain itu, lanjut dia, hari ini (Selasa-red) sudah di sampaikan suratnya kepada kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor serta surat untuk Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kabupaten Bogor.

“Mudah mudahan surat tersebut dapat di kabulkan. Karena kita juga melampirkan pernyataan jaminan dari istrinya. Selain itu, kami juga menyampaikan jaminan agar bisa di alihkan setidaknya tahanan kota atau tahanan rumah,” ungkapnya.

Terkait kerugian yang dialami negara akibat kasus ini, menurut Guntur pernyataan itu belum dinyatakan secara resmi. Namun pihaknya menjawab dari anggaran tahun 2015 dan 2016 kisaran dana yang di keluarkan sekitar 350 juta.

Dan menurutnya GS sudah mempertanggung jawabkannya dengan cara mengganti uang pribadinya itu dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Memang faktanya ada dua pekerjaan yang belum dilakukan pada tahun 2016, tetapi oleh desa di buat pekerjaannya pada tahun 2017,” tambahnya.

Guntur pun menegaskan, mengenai dugaan dana yang digunakan secara pribadi oleh Gumilar belum terbukti, karena faktanya kades tidak menikmati uang tersebut.

“Namun karena bentuk pertanggung jawaban dia sebagai kepala desa yang sudah mengeluarkan uang tersebut, maka kita menghormati penetapan status tersangka tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengenai kemungkinan ada pihak lain yang turut menikmati uang itu, pihaknya akan menempuh proses hukum untuk mengetahui siapa saja yang sudah menikmati uang tersebut.

“Saat ini baru pak Gumilar yang di tetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Namun tentu kita akan mengawalnya dari sekarang sampai persidangan di pengadilan Tipikor di Bandung,” tutupnya. (Nicko)

banner 521x10

Komentar