oleh

Libur Akhir & Awal Tahun Destinasi Wisata Magelang Buka

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Libur akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021, pelaku wisata di Kabupaten Magelang siap menerima kedatangan wisatawan, tentu dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Karena pengelola destinasi wisata, sudah menerapkan Cleanliness Health Safety and Environment Sustainability (CHSE).

“Bisa dikatakan, pelaku wisata di Magelang, paling siap menerima wisatawan saat libur akhir dan awal tahun (2020-2021), karena mereka sudah mengikuti bimbingan teknik (Bintek) tentang CHSE,” kata Ketua DTW (Daya Tarik Wisata), Edward Alfian, pada diskusi terbatas bersama DPD Masata Jateng, di Aula Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Rabu (30/12-2020).

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Sadar Wisata (DPD Masata) Jateng, Sugeng Sugiantoro menyerahkan bantuan berupa Hand Sanitizer dan Disinfektan kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Magelang. Bantuan dari Kemenparekraf RI tersebut, diterima Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Nur Supindahwati SE. MSi, selanjutnya didistribusikan ke pelaku wisata.

Menurut Alfian, jika daerah lain ada yang menutup diri untuk kunjungan wisatawan pada libur akhir dan awal tahun (2020-2021), maka berbeda dengan DTW Kabupaten Magelang yang memang siap menerima kunjungan wisatawan, karena pelaku wisata sudah dilatih untuk menerapkan protokol kesehatan, melalui Bintek CHSE yang digelar Disparpora Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Kemenparekraf RI.

“Jadi, penerapan protokol kesehatan untuk tetap kebersihan, kesehatan dan ramah lingkungan, pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, sudah diterapkan teman-teman pelaku wisata di Magelang. Jika kami menutup kunjungan wisatawan, berarti mundur selangkah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Masata Jateng yang juga General Manager MisaStila Resort and Spa Magelang, Sugeng Sugiantoro mengatakan, Masata merupakan organisasi non profit yang memiliki visi untuk menjadikan keindahan alam Indonesia, menjadi industry pariwisata sebagai bagian yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

“Masata menjadi organisasi pelaku, pemerhati dan pecinta pariwisata Indonesia yang berkompeten, terutama dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata untuk mendukung sector pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Serta memajukan pariwisata berbasis masyarakat dalam meningkatkan harkat, martabat dan ekonomi, khususnya daerah tujuan wisata di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Termasuk membangun desa, kawasan dan destinasi wisata dalam meningkatan ekonomi kreatif masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, Masata sebagai narahubung dalam kepentingan kementrian dan lembaga antar pusat dan daerah dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Membangun sinergitas dan kolaborasi antar asosiasi, organisasi, perkumpulan pariwisata ditingkat pusat dan daerah. (ali subchi)

Komentar