Mantapkan Dakwah Jurnalisme Positif, Layaknya Tongkat Musa AS Lawan Arogansi Fir’aun

Megapolitan409 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Makin memantapkan dakwah jurnalisme positif, berprinsip good news is good news, bad news is bad news, sebagaimana diperjuangkan Nabi Musa AS dan kaumnya ketika menghadapi arogansi dan tipu-muslihat Fir’aun, jadi topik memikat dalam syukuran menempati kantor baru sekaligus Cucurak Riand Catering Jeung Jurnal Bogor jelang 1 Ramadhan 1439 H (Kamis, 17 Mei 2018) di Jalan Dr Sumeru 130 Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor.

“Mendengar pemaparan soal dakwah jurnalisme positif dari Cak Ircham, Pemred Jurnal Bogor, saya jadi terilhami dengan perjuangan Nabi Musa yang terkenal dengan tongkatnya ketika menghadapi Fir’aun yang menipu. Seolah dia sihir tali-temalinya menjadi ular, padahal ya tetap tali. Nah, hal itu dihadapi oleh Nabi Musa atas seizin Allah SWT, Dzat Yang Maha Perkasa atas tipu-muslihat Fir’aun itu,” ungkap Ahmad Ru’yat, calon Walikota Bogor pada Pilkada serentak 2018 itu ketika memberi sambutan sekaligus doa bagi keberlanjutan perjuangan awak Jurnal Bogor, Senin (30/4).

Di hadapan tamu undangan, di antaranya Kanit Sabhara Polsek Bogor Barat, IPDA Rachmat Gumilar, Kasubag Humas dan Sosial PDAM Tirta Pakuan, R Poppi Rustanti, dan Wakil Ketua PWI Kota Depok, Rahmat Tarmuji, politisi PKS itu menyatakan, apapun jenis dan bentuk tipuan penguasa dzalim yang tak menyejahterakan rakyat, semacam Fir’aun, takkan lama bertahan, apalagi menghadapi kekuatan ilahirobbi yang diperlihatkan secara nyata lewat tongkat Nabi Musa.

Dalam kisah kenabian yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tongkat Nabi Musa itu selain mampu membelah lautan menjadi jalan yang bisa dilalui oleh Nabi Musa dan kaumnya ketika dikejar Fir’aun beserta balatentaranya, atas perintah Allah SWT, tongkat itu ketika dipukulkan oleh Nabi Musa ke batu, bisa memancarkan 12 sumber mataair, 12 jalur kehidupan yang jadi rahasia nyata dari apa yang tersirat dalam ayat-ayat Allah.

Akibat kepongahan Fir’aun, dia berjanji, tapi tak pernah ditepati, dia menipu rakyat dengan sihir pembangunan, namun yang terjadi cuma keterbelakangan, bahkan dia melebihi kekuasaan Allah hingga terjerembab ke jurang kemusyrikan, Fir’aun dan timsesnya ditenggelamkan ke samudera luas. Kini, mumi jasadnya jadi bukti kebiadabannya.

“Saya sangat tertarik dengan semangat awak Jurnal Bogor dalam memantapkan penerapan jurnalisme positif yang jadi trend dunia, semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan dan berkahNya,” tandas Ru’yat, yang kini berusaha menjadi Walikota Bogor, setelah kalah tipis yaitu 1.755 suara dari Bima Arya Sugiarto pada Pilwalkot 2013.

Ketika dikonfirmasi, Ru’yat sejak awal telah memagari para konstituennya agar perolehan suaranya pada Pilkada 2018 melebihi suara Pilkada 2013. Ada tiga titik suara yang ia pelihara, yakni ketika head to head dengan Bima pada 2013, kedua, jejaring suara di tingkat saksi, dan ketiga, pemilih milenial yang apresiatif terhadap program nyata pasangan calon nomor urut satu, Ahmad Ru’yat-Zaenul Muttaqin yang diusung PKS, PPP dan Gerindra. (Mochamad Ircham)