Masuk Tahun Politik, Peran Media Banyak Mengalami Pergeseran

Megapolitan, Politik521 Dilihat

INILAHONLINE.COM, CIBINONG – Memasuki tahun politik, fungsi dan peran media massa mengalami pergeseran, banyak media baik cetak, online maupun elektroknik yang tidak lagi berfungsi sebagai kontrol sosial.

Hal itu diungkapkan Praktisi Politik dari Universitas Djuanda Bogor, Bedi Iriawan saat diskusi publik bertajuk ‘Fungsi dan Peran Media pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019’ di Kafe Sukahati Cibinong, Senin (30/7/2018).

“Saya merasa prihatin melihat perkembangan media yang masih jauh dari fungsi idealnya. Yang seharusnya menjadi kontrol sosial dan pemberi informasi obyektif serta informatif, dan fakta di lapangan, muatan-muatan beritanya banyak yang condong untuk kepentingan politik suatu kelompok saja,” ujarnya.

Semestinya, kata Bedi, media harus menyajikan berita sesuai fakta bukannya berdasarkan opini saja. “Media yang kompeten dan ideal itu harusnya mengikuti kode etik jurnalistik yang sudah baku, seperti standar berita berimbang atau biasa disebut cover both side. Bukan malah narasinya tidak seimbang dan cenderung opini, sehingga ketika dibaca oleh masyarakat tergiring oleh opini tersebut,” katanya.

Dirinya pun tidak menutupi bahwa ideologi kapitalis sudah menggerogoti media. Dimana, ada kepentingan politik dari pemilik media harus terakomodir oleh media tersebut.

“Media itu mempunyai power yang kuat untuk siapapun juga, sehingga ini yang dimanfaatkan oleh pemilik media yang ternyata berkecimpung di partai politik untuk kepentingan kelompoknya. Artinya disini ideologi kapitalis dan juga kepentingan pemilik tidak bisa dihindari lagi,” aku Bedi.

Terakhir, pria yang bergelar profesor itu pun mengharapkan, agar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang media bisa lebih tertib, jangan hanya memihak pada kelompok tertentu.

“Fungsi media sebagai sosial kontrol harus benar-benar dijalankan, jangan membuat opini yang membawa masyarakat memiliki persepsi berbeda dari fakta yang sebenarnya,” pungkasnya. (Zack)