Menghadapi Lebaran, Ruas Tol Salatiga-Boyolali-Solo akan Difungsikan Satu Jalur

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Ruas tol Salatiga-Boyolali-Solo direncanakan bakal difungsionalkan menjelang Lebaran mendatang, dengan memakai hanya satu jalur untuk menghadapi arus mudik maupun balik.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang, ruas Tol Salatiga-Boyolali-Solo, akan dioperasikan searah atau hanya dipakai menjadi satu jalur.

”Pada saat arus mudik mulai H-7, hanya dipakai mengakomodasi pemudik dari arah Semarang-Salatiga menuju Boyolali-Solo. Begitu juga sebaliknya saat arus balik hanya dipakai untuk jalur searah dari Boyolali-Solo menuju Salatiga-Semarang,”katanya.

Menurut Kapolres, dari koordinasi dan pengecekan terakhir, tol Jateng tengah itu pada H-7 dan H+7 akan difungsionalkan. Namun hanya searah penggunaannya, untuk arus mudik dan tol hanya difungsikan untuk kendaraan ke arah Kartasura.

”Begitu juga sebaliknya untuk arus balik Lebaran, hanya kendaraan dari arah Solo-Boyolali ke arah Salatiga yang bisa lewat tol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat arus mudik kendaraan dari arah Jakarta-Semarang-Bawen, bisa menuju Solo lewat jalan tol. Sedangkan kendaraan dari arah Solo lewat jalur biasa (Jalan Raya Solo-Semarang) dan bisa melanjutkan lewat jalan tol, dengan masuk ke Gerbang/Exit Tol Salatiga (Tingkir).

”Sebaliknya saat arus balik Lebaran, ruas tol difungsikan untuk kendaraan dari arah Solo-Boyolali. Kendaraan dari arah Semarang-Salatiga akan dilewatkan jalur biasa atau jalan yara Semarang-Tuntang-Salatiga,”tuturnya.

Meski demikian, lanjut dia, kendaraan dari arah Tol Semarang-Bawen menuju Solo harus keluar ke Gerbang Tol Salatiga, kemudian melanjutkan ke Solo lewat Jalan Raya Semarang-Solo.

”Khusus ruas tol darurat Salatiga Boyolali-Solo itu, hanya dioperasikan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, karena faktor keamanan dan belum adanya penerangan jalan,”paparnya.

Sementara itu, kendaraan yang bisa lewat Tol Salatiga-Boyolali-Solo hanya kendaraan kecil, sedangkan kendaraan berat seperti truk dan tronton tidak diperbolehkan melintas, mengingat masih terdapat jembatan yang belum selesai pembangunannya.

”Dengan adanya kebijakan itu, maka saat arus mudik dan balik kendaraan tidak banyak yang keluar di Gerbang Tol Salatiga, hingga potensi kemacaten tidak akan terjadi dan terulang seperti tahun lalu.

”Polres Salatiga tetap mengantisipasinya dan menjaga arus kendaraan di wilayah itu, mengingat semuanya masih perencanaan dan tergantung kondisi medan jalan tol di ruas Tol Salatiga-Boyolali yang saat ini masih dalam pengerjaan fisik.”tegasnya.(Suparman)