Mimpi Jalan Layang, Jangan Melayang Lagi

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Mimpi warga Kota Bogor memiliki akses berlalulintas lancar dan terhindar dari kecelakaan melalui jalan layang, terutama di perlintasan kereta api Jalan RE Marthadinata jangan sampai kandas lagi alias melayang. Mimpi punya flyover di kawasan padat itu sempat tertunda dari tahun lalu, karena ada perubahan disain dan berakibat anggarannya melonjak dari Rp 70 miliar jadi Rp 92 miliar.

“Jika sampai Juni 2018, BPN belum ukur lahan, saya khawatir mimpi itu tereliminasi lagi, padahal gambar disainnya sudah final Maret 2018, kekurangan lahannya cuma 504 meter persegi, semoga BPN segera jawab surat PUPR yang sudah dilayangkan dua kali untuk segera ukur lahan,” ungkap Ir Chusnul Rozaqi, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor ketika dikonfirmasi inilahonline.com, Selasa (24/4/2018).

Dari anggaran Rp 92 miliar untuk pembangunan jalan layang dua arah di Jalan RE Marthadinata Kota Bogor itu, Rp 14 miliar untuk pembebasan lahan. Setelah dilakukan pengukuran lahan, baru akan dilakukan lelang.

“Setelah tiga tahun dirancang, jangan sampai melayang lagi rencana itu, sehingga pada jam sibuk kemacetan di Jalan RE Marthadinata tak kunjung terurai,” tandas pria kelahiran Jakarta, 4 November 1967 yang kini menanti kelahiran sang buah hati di RS Siloam itu.

Jalan layang tersebut, lanjutnya, selain memperlancar distribusi barang dan jasa, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, menurut Kadis PUPR Kota Bogor sejak Juli 2016 ini, warga Kota Bogor butuh peningkatan jalan kota dari aspal menjadi beton. Pada 2018, lelang proyek betonisasi di jalan kota yang sering rusak itu senilai Rp 14 miliar, sedangkan untuk 2019 diusulkan anggaran senilai Rp 70 miliar.

Sejak Sistem Satu Arah di kawasan Kebun Raya Bogor (KRB) diberlakukan 1 April 2016, Dinas PUPR telah merampungkan pedestrian dan jalur sepeda di dalam KRB, juga peningkatan jalan kota, kawasan luar SSA KRB dan disain jalan layang di kawasan lain, seperti RE Marthadinata.

“Saya juga targetkan 2018 ini menyelesaikan pembebasan lahan seksi tiga di jalur R3, kekurangannya 1,4 kilometer,” ujar alumnus ITN Malang itu. Seperti diketahui, regional ring road berinvestasi Rp 150 miliar itu sudah memasuki finalisasi pembebasan lahan di seksi tiga, termasuk penyelesaian tukar guling lahan H Aab yang kini bolanya berada di Ditjen Kekayaan Negara di Jakarta untuk mengambil konsinyasi di pengadilan, sehingga aset daerah segera didapat untuk dituntaskan dengan pihak ketiga.

Kawasan R3 itu diharapkan bisa nyambung, termasuk soal penamaan jalannya dengan jalan nasional di kawasan Soleh Iskandar, Abdullah bin Nuh, Dramaga 2, KS Tubun, Pajajaran, dan Tajur. (Mochamad Ircham)

banner 521x10

Komentar