oleh

Pameran Pembangunan Kota Bogor 2018, Perpustakaan Buka Mobil Pusling Jaring Pembaca

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor turut berpartisipasi dalam Pameran Pembangunan Kota Bogor 2018 di Plaza Balaikota Bogor yang digelar 1-3 Maret 2018.

Pada pameran ini Perpustakaan Kota Bogor membuka stand mobil Pusling (Perpustakaan Keliling) untuk menjaring pelajar maupun anak-anak yang bukan pelajar dan mensosialisasikan bahwa Pusling selalu hadir di acara car free day (CFD).

Kepala Bidang Perpustakaan Kota Bogor, Nuraeni mengatakan, Perpustakaan Kota Bogor turut berpartisipasi dalam memeriahkan Pameran Pembangunan Kota Bogor tahun 2018.

“Mobil perputakaan keliling yang di pamerkan di Plaza balai kota ini, untuk menginformasikan kepada masyarakat kota bogor, baik pelajar maupun anak-anak yang bukan pelajar. Bahwa mobil perputakaan keliling ini selalu ada 1 minggu sekali di acara car free day,” tutur Nuraeni pada InilahOnline.com, Jumat (2/3/2018).

Kepala Bidang Perpustakaan Kota Bogor, Nuraeni

Ia mengatakan, antusias pengunjung untuk membaca dan sekedar mampir sangat banyak, walau mereka sekedar melihat-lihat dan juga membaca di mobil perpustakaan keliling.

“Animo masyarakat cukup besar, walau saat ini budaya baca buku sudah mulai ditinggalkan karena tergerus oleh jaman era digital, mereka lebih senang membaca melalui gadget,” ungkap Nuraeni.

Sementara Kasi Perpustakaan Kota Bogor, Nurhasanah menambahkan, walau pun jaman sudah era digital tetapi minat para pelajar untuk membaca buku masih sangat banyak sekali, terbukti dengan banyaknya pelajar yang hadir di pusling ini membuktikan bahwa membaca buku itu masih banyak diminati.

“Masih banyak para pelajar maupun anak-anak yang bukan pelajar datang untuk sekedar membaca buku yang kami sediakan di pusling ini,” kata Nurhasanah.

Nurhasanah berharap, semoga minat baca para pelajar akan semakin tinggi seperti dahulu sebelum adanya jaman digital, dengan membaca langsung literasi dibukunya tanpa harus melihat melalui gadgetnya.

“Semoga budaya literasi ini akan terus berkembang walau harus bersaing dengan era digital,” harap Nurhasanah. (Ian Lukito)

Komentar