Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi Jepara

INILAHONLINE.COM, JEPARA

Satserse Polres Jepara (Jawa Tengah), membekuk seorang pria diduga kuat otak pelaku pencurian kendaraan bermotor antar kabupaten. TKP penangkapan disekitar SPBU Kriyan, Bakalan, Jepara, Rabu pagi (19/6/2019).

Sekitar dua atau tiga anggota reserse berpakaian preman, dilengkapi senjata laras panjang. Pagi itu tampak menggiring seorang pria, tangan diborgol tali plastik kebelakang, konon bernama Budi (26 th), mengaku berasal dari Wirosari, Grobogan/Purwodadi, masuk di area SPBU Kriyan.

Polisi tidak percaya lelaki itu bernama Budi, sebab tidak sesuai dengan nama yang tercantum di KTP miliknya. “Apa benar namamu Budi. Itu bukan nama kamu. Siapa nama sebenarnya kamu !”, teriak salah satu anggota Serse pada pria itu. Yang ditanya cuma menunduk. Ditempat itu pula polisi melakukan interogasi dan melakukan pencatatan.

Lelaki berperawakan tegap berambut ikal, berkulit putih itu, mengatakan dirinya pengusaha sekaligus leveransir roti kering. Dia mengedarkan dagangannya dengan mobil box, dari Welahan hingga Keling diwilayah Kabupaten Jepara. “Betul pak, saya pedagang roti”, ujar lelaki itu coba meyakinkan pada anggota Serse yang membekuknya.

Namun para anggota serse itu tidak begitu saja percaya dengan ucapan si lelaki tersebut. Salah satu serse dengan nada tinggi mulai mencecar dengan pertanyaan sekitar mobil-mobil yang dikuasai oleh “Budi”. Sementara Si Budi tidak memberi jawaban apapun, kecuali menunduk,
Karena “pemeriksaan lapangan” itu jadi pusat perhatian masyarakat yang kebetulan pagi itu banyak mengisi bensin di SPBU itu. Para anggota serse lalu menggelandang Budi, memasukannya dalam mobil “Agya” warna putih berplat nomor bertanda “S” (Bojonego- ro/Tuban, Jawa Timur). Dan mobil melesat keluar dari kompleks SPBU Kriyan.

Pagi buta sebelum kejadian itu, reporter media ini sempat berdialog dengan pria tersebut. Dia mengaku sebagai pengusaha roti kering dan mengedrop rotinya dipasar-pasar daerah Kabupaten Jepara. “Saja juga bisa jadi bajingan”, tiba-tiba pria itu nyeletuk begitu, ditimpali tawa sekitar empat lelaki lain temannya.

(Heru Christiyono A)