Peluang Bisnis Menjanjikan di Negara Vietnam, Berikut Penjelasan Konjen RI Ho Chi Minh

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Peluang bisnis di kawasan Asean saat ini menjadi primadona. Vietnam, salah satunya adalah negara ASEAN paling cepat bergerak dalam segi pembangunan terutama, Infrastruktur, ekonomi serta pariwisata.

Menarik dikupas, dalam rangka Halal Bihalal Hipmi Jaya, serta diskusi bersama para pengusaha bertujuan membuka jaringan “Join US In Business Discussion”, bertempat di Sofyan Hotel Betawi, Menteng, Jakarta Pusat. (17/6/2019).

Tema Diskusi yang di Angkat adalah, “Explore Vietnam 2019” , Perkembangan kerjasama nantinya akan membukan peluang menjelajah vietnam melalui potensial bisnis, baik itu, kuliner, energi, otomotif, infrastuktur, pabrik helm sepeda motor, pabrik kertas, pabrik perikanan, komputer dan elektronik, pariwisata, penerbangan dan sekolah penerbangan, dan lain lain.

Tergabung melalui “Jaya Connect” , Hipmi telah melihat potensi besar terkait hal tersebut yaitu peluang bisnis pasar Manufaktur Industri, Infrastruktur Ekonomi, serta Pariwisatanya. Ini sebagai peluang yang sangat menjanjikan khususnya diwilayah negara ASEAN, Pembangunan Vietnam sangat melesat beberapa tahun ini bahkan berpotensi menyalip Indonesia khususnya dibidang Infrastruktur, Manufaktur, Ekonomi serta Pariwisata.

Drs. Hanif Salim MA selaku Konjen RI Ho Chi Minh, Vietnam, mengungkapkan,” Indonesia baru membuka hubungan diplomatik dengan vietnam 30 Desember 1955, Presiden Sukarno dan Presiden Ho Chi Minh saling bersahabat karena sama sama menganut faham anti penjajah. Sejak 1995 Vietnam masuk ASEAN, tahun 1986 Indonesia pernah membantu Vietnam ketika negara tersebut masih dalam kondisi perang dan kelaparan, Indonesia mengirim 1000 ton beras,” ujar Konjen RI Hanif Salim.

Saat ini kekuatan ekonomi Vietnam itu berpusat di selatan. Vietnam itu satu satunya di Asean yang memiliki kerjasama erat dengan Indonesia, selain Malaysia, Singapura. Kemitraan Strategis Vietnam – Indonesia ada 16 Point.

”Tentu kita punya target 10 millyar , ini menunjukkan keseriusan bapak presiden RI, Jokowi kemitraaan kerjasama Hanoi – Jakarta. Kita harus memelihara momentum kita sekarang ini menuju ke sasaran industri utama seperti Penjualan pesawat serta PT INKA, Kereta Api dan sekarang mencoba itu merealisasikannya, saya mengundang perusahaan ini Indonesia untuk konsorsiumnya. Saya dalam pencapaian itu, ingin kepada rakyat indonesia datang vietnam membangun bisnis disana. Saya kira banyak pameran pameran besar di vietnam di isi oleh pengusaha Indonesia, selanjutnya membuka rute penerbangan Indonesia – Vietnam ”. Kalau kita terukur perusahaan besar kita mencapai 10 Milliyar di akhir tahun 2020, seperti Infrastruktur, Hotel, Perusahaan besar di Indonesia, Ayoo.!

”Vietnam bukan yang dulu, Ho Chi Minh City saat ini sudah seperti Jakarta. Mobil mewah lalu lalang di kota kota di Vietnam ” .

Perbedaan pengunjung turis Vietnam saat ini tidak jauh berbeda, Vietnam 15,46 Juta Kunjungan serta Indonesia 15,81 Juta Kunjungan. Vietnam Memiliki 23 Provinsi potensi bisnis, ”Saya bisa ukur kekuatan mereka karena saya turun langsung ikut survey dilapangan saat itu. Di selatan Vietnam Penyumbang 42 GDP Nasional. Saya melihat latar belakang mereka warga disana adalah sastra serta budaya, padahal misi saya adalah ekonomi, selain mempromosikan Indonesia saya juga jualan, saya ingin mengexplore vietnam melalui ekonomi serta bisnis ” terang Drs. Hanif Salim.

(Muhammad Ichsan)