Pemkot Bogor Apresiasi Inovasi Warga Kentagor RW 13

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Meski Posyandu Akasia C yang berlokasi di RW 13, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal gagal meraih juara dalam lomba Posyandu tingkat Kota Bogor tahun 2018, namun inovasi canggih warga Kentagor (Kencana, Tanah Sareal Kota Bogor) RW 13 diapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Sebetulnya kami mengunggulkan Posyandu Akasia C RW 13 Kelurahan Kencana, kami salut dengan inovasi-inovasi canggih yang dibuat oleh warga Kentagor. “ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Yanar Anggraeni saat mengumumkan pemenang lomba Posyandu tingkat Kota Bogor di Aula Kantor DPMPPA, Senin (23/4/2018).

Artiana menyebutkan, penerapan bebas asap rokok setiap Sabtu dan Minggu di Kentagor merupakan inovasi luar biasa yang patut dicontoh oleh Kelurahan-Kelurahan lainnya. Selain itu ada inovasi canggih yang belum ada di Kelurahan lainnya yaitu Baju Posyandu.

Apa itu Baju Posyandu. Warga menyebutnya “ Baju Posyandu”, tapi baju yang dimaksud warga, bukan pakaian tetapi kepanjangan dari “Bajay untuk Posyandu”. Kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan tenaga listrik ini mungkin di Kota Bogor baru ada di RW 13, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sekretaris Kelurahan Iyan Sopiyan saat melihat kendaraan Bajay Listrik (Batik) milik warga Kentagor RW 13

Bajay Listrik atau Batik kendaraan khusus milik warga RW 13 ini disiapkan Ketua RW 13, selain untuk antar jemput anak-anak balita ke Posyandu juga untuk mengantar tamu–tamu yang berkunjung ke wilayahnya. Batik ini juga digunakan untuk kepentingan pendataan pemilih Pilwalkot dan Pilgub Jabar 2018.

“Jadi untuk mendata pemilih, PPDP (Petugas Pemutahiran Data Pemilih) mendatangi rumah-rumah warga dengan menggunakan Batik,“ sebut Lurah Kencana, Syafei R.

Syafei mengatakan, Batik milik warga RW 13 sudah diperkenalkan dalam Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) dua tahun lalu. “ Saat itu Batik RW 13 Kelurahan Kencana ini ikut meramaikan karnaval HJB, “ ujarnya.

Menurut Syafei, wilayah RW 13 sering menjadi sasaran objek kunjungan Study Banding, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tamu-tamu yang datang ke RW 13 sasaran kunjungannya ke lokasi pengelolaan sampah terpadu, TPS 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).

Selain itu lanjut Safei, RW 13 juga telah menerapkan program Tanpa Asap Rokok setiap Sabtu dan Minggu. “Jika jalan Sudirman oleh Pemkot Bogor ditetapkan sebagai lokasi car free day setiap Minggu pagi, kita di RW 13 menerapkan bebas asap rokok. Jadi, jika ada warga kedapatan merokok di hari Sabtu dan Minggu di wilayah RW 13 akan dikenakan denda sebesar Rp.50 ribu. Kemudian, denda yang didapatkan dari pelanggar (perokok,red) akan menjadi kas keuangan RT dan RW, “ ujarnya. (ian Lukito)