Pemprov Jateng : Pembebasan Lahan Tol Semarang-Yogyakarta Bisa Segera Dimulai

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Yogyakarta menurut rencana dalam waktu dekat ini, akan dibahas antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama beberapa pemerintah daerah yang dilaluinya. Namun sekarang ini fokus pada pembebasan lahan yang terkena proyek Jalan Tol Semarang-Yogyakarta agar pembangunan fisik bisa segera dimulai.

”Sekarang ini kami fokus pembebasan lahan, berdasarkan pengalaman di lapangan, masyarakat sebenarnya tidak mempersoalkan untuk melepas asetnya, asalkan nominal ganti rugi yang diberikan sepadan dan pendekatan pada pemilik lahan dilakukan dengan baik,”kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (3/7/2018).

Ia mengungkapkan, sebelumnya sudah ada pembahasan mengenai penetapan lokasi Jalan Tol Semarang-Yogyakarta, tepatnya dari Bawen, Kabupaten Semarang, hingga Kabupaten Sleman sepanjang 73,194 kilometer.

”Saat ini tahapan masih persiapan penetapan lokasi, asalkan semua persyaratan sudah terpenuhi maka bisa langsung diteken,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut Ganjar, pembangunan Jalan Tol Semarang-Yogyakarta kedepannya akan menguntungkan sistem transportasi di Pulau Jawa, khususnya Provinsi Jateng, terutama untuk kelancaran arus lalu lintas.

”Semarang jelas akan untung karena kondisi saat ini sudah ‘crowded’, sehingga diharapkan akan memperlancar transportasi menuju wilayah-wilayah sekitar seperti Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Semarang, Wonosobo, serta Temanggung,” katanya.

Meski demikian Jalan Tol Semarang-Yogyakarta merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, yang pembangunannya akan dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2018.

”Hanya Jalan Tol Semarang-Yogyakarta terbagi menjadi dua ruas yakni ruas Yogyakarta-Magelang dan Magelang-Bawen,”paparnya.

Terkait DED pembangunan Jalan Tol Semarang-Yogyakarta tidak melewati lahan subur, Ganjar Pranowo menyarankan pembangunan Jalan Tol Semarang-Yogyakarta tidak melewati lahan subur. Bila terpaksa, sebaiknya dibuat desain tol melayang.

”Meminta pemerintah pusat semestinya memperhatikan jalur padat. Jadi kalau ada rumah rodok menggok wae. Karena ini yang membikin negosiasinya tidak gampang. Selebihnya aspek-aspek lingkungan yang mesti kita jaga,”katanya.

Dia mengatakan, pembangunan itu hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah pusat, terkait desain dan Detail Engineering Design (DED) tol sepanjang 73,194 kilometer itu.

”Sebagai informasi, pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari Bawen ke yogyakarta,”paparnya.

Disebutkan, Jalan Tol Semarang-Yogyakarta terbagi menjadi dua ruas yakni ruas Yogyakarta-Magelang dan Magelang-Bawen. ”Semua sudah disiapkan secara teknis dan administrasinya,”pungkasnya.(Suparman)