Ratusan Karung Pakaian Bekas Diamankan Dari Perairan Asahan

INILAHONLINE.COM, ASAHAN – SUMUT

Pengamanan pesisir Pantai Timur Sumatera, utamanya di pesisir Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai terus ditingkatkan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Asahan (TBA) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal-I).

Bahkan Sabtu 11 Juli 2020 kamarin, menurut Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Dafris MSc (MS) sebagaimana realisnya lewat WhatsApp yang diterima oleh INILAHONLINE.COM, pada Minggu Malam (12/7/2020) mengatakan, pihaknya dalam hal ini tim gabungan bersama Bea Cukai dan Polair Kota Tanjungbalai, berhasil menangkap dan mengamankan 1 unit kapal motor kayu GT 31 bernama Doa Ibu bernomor 1026. Kapal ini ditangkap di perairan Sungai Baru Kabupaten Asahan bersama barang bukti 300 karung balpress pakaian bekas.

Disebutkan Komandan Lanal TBA, penangkapan berawal dari didapatinya sejumlah warga yang sedang melakukan bongkar muat belasan bal pakaian bekas. Diduga, barang tersebut dari langsiran kapal kecil di Sei Baru, Asahan.

Menindaklanjuti temuan itu, dilakukan patroli gabungan Tim F1QR Lanal TBA, Bea Cukai dan Polair Kota Tanjung Balai. Hasilnya ditemukan satu unit kapal motor kayu yang dalam keadaan kandas di sekitar perairan Sei Baru. Karenanya, tim kemudian memutuskan untuk memeriksanya. Setelah itu, diketahui jika kapal yang karam itu tanpa awak. Dimungkinkan para awak kapal telah melarikan diri sebelum petugas datang.

Dalam pemeriksaan lanjutan di dalam kapal, tidak berhasil menemukan dokumen maupun surat keterangan terkait manifest kapal. Termasuk dokumen asal muasal muatan pakaian bekas yang ada di dalamnya. “Tim tidak menemukan dokumen apa pun, hingga kita mengamankannya,” kata Danlanal TBA.

Ia menambahkan, modus operandi yang digunakan para pelaku, balpress pakaian bekas diangkut dari negeri tetangga. Lalu kapal berusaha melewati lautan lepas untuk menghindari patroli petugas dengan situasi alam yang ekstrim. Kemudian mereka melangsir menggunakan kapal-kapal kecil untuk memasuki alur.

“Tapi upaya ilegal seperti itu sering kita gagalkan. Terlebih Lanal TBA Lantamal I, saat ini sedang gencar melakukan patroli, baik tersendiri maupun secara gabungan. Tak hanya soal pakaian bekas ilegal, kita juga akan selalu berupaya mencegah masuknya penyelundupan lainnya, termasuk narkoba dan tenaga kerja ilegal,” jelasnya.

Disampaikannya juga, KM. Do’a Ibu yang ditangkap itu, lebih lanjut dibawa ke Pangkalan Sarops Kanwil Bea Cukai Sumut di Belawan dengan pengawalan dari BC Teluk Nibung dan Kapal Patroli BC 20009. Demi penjagaan yang maksimal, setelah pengisian BBM sampai dengan kapal bertolak dari muara di Sei Baru, dilakukan pengamanan oleh Tim Sea Rider Lanal TBA.

Untuk diketahui, balpress merupakan pakaian ketinggalan mode atau bekas. Dalam satuan satu balpres sama dengan 100 kilogram yang biasanya berisi 200-300 pasang pakaian. Balpress merupakan produk yang dilarang impornya berdasarkan keputusan Menteri Perdagangan RI, karena mengganggu industri tekstil dan konveksi dalam negeri.

(rel/Aziz Panjaitan)

banner 521x10

Komentar