oleh

Sebanyak 25 Kelompok Kluster Batik Magelang Dibentuk

INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Sebanyak 25 kelompok kluster batik di Kabupaten Magelang resmi dibentuk, salah satunya merupakan kelompok disabilitas. Dibentuknya kluster batik ini, selain untuk ajang silaturahmi perajin batik, juga sebagai tempat saling tukar pikiran.

“Sebenarnya, pembentukan kluster batik sudah sejak tahun 2014, namun karena kurang aktif, maka kini kembali diaktifkan untuk saling mendukung, utamanya dibidang marketing,” kata Ketua Kluster Batik “Sawut Sewu”, Hayatini Siswiningrum di RM Progowati, Magelang, Senin (13/12-2021).

Menurut Hayatini, batik yang dibuat oleh anggota kluster banyak diminati berbagai kalangan, bahkan sudah sampai luar negri. Namun demikian, tetap saja persoalan marketing masih menjadi kendala. “Karena itu kami tetap gigih untuk mengenalkan batik kepada masyarakat dan mereka lebih mencintai produk lokal,” ujarnya.

Diharapkan, Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Magelang, bisa menggunakan produk batik lokal untuk digunakan sebagai seragam. Dengan demikian, maka hasil produksi anggota kluster mendapat tempat pemasaran tersendiri. “Ini tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan anggota,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya juga sedang berusaha mencari batik yang menjadi ciri khas Kabupaten Magelang. “Sudah beberap alternatif, namun masih kita diskusikan lagi dan kita minta persetujuan dari Bupati,” tegasnya.

Dari Bapeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Anni Syarifah menambahkan, pihak Bappeda sangat mendukung adanya kluster batik ini. Apalagi kalau kluster ini juga membentuk koperasi dan berbadan hukum. “Kalau sudah berbadan hukum maka akan mudah untuk mendapatkan bantuan dari pusat,” kata Ani.

Bappeda kata Ani, melakukan pembinaan melalui pintu-pintu kluster, salah satunya kluster Batik Sawut Sewu. Bapeda berusah mensinergikan berbagai SKPD, untuk bersama-sama membangun kluster batik yang ada di Kabupaten Magelang. “Bagaimana kita mengengembangkan batik yang menggunakan pewarna alami. “Disini kita memikirkan batik khas batik Magelang yang sampai saat ini masih belum terfomulasikan dengan tetap,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemkab melalui SKPD terkait berusaha untuk bergotong-royong, membangun poitensi batik di Magelang, agar bis abersaing dengan kabupaten lain. Juga dari sisi hak ciptanya, batik Magelang bisa didaftarkan di HAKI.

Penyuluhan pendirian koperasi dan rapat koordinasi Klaster batik sawit Sewu Kabupaten Magelang, oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Drs Basirul Hakim, Di rumah makan Progowati, Mungkid, Magelang.

Sosialisasi penyuluhan prakoperasi merupakan kegiatan penularan ilmu/pengetahun perkoperasian serta peningkatan ketrampilan teknis yang dilakukan secara terus menerus dan kesinambungan oleh koperasi atau pihak diluar koperasi, yang terarah kepada unsur-unsur gerakan koperasi dan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat anggota koperasi meningkat pengetahuan, pemahaman, kesadaran, keperilakuan dan ketrampilannya dalam berkopersi.

Disisi lain agar masyarakat menjadi tahu, mengerti dan termotivasi menjadi masyarakat anggota koperasi secara sukarela. “Pendidikan dalam hal ini menggambarkan tentang proses, frekuensi, materi, kelompok sasaran, agen-agen pelaksanaan dan tujuan yang ingin dicapai,” kata Basirul Hakim. ( Ali Subchi)