Sebelum Diresmikan Bupati Bogor, Dinas LH Kabupaten Bogor Cek Kesiapan SCRC Sentul City

Berita, Megapolitan284 Dilihat

INILAHONLINE,COM, SENTUL

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan tinjauan lapangan untuk mengecek kemajuan pembangunan Sentul City Recycle Center (SCRC), sebelum diresmikan oleh Bupati Bogor.

SCRC merupakan sebuah tempat pengolahan sampah terpadu yang berada dikawasan Perumahan Sentul City, di Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Rencananya, SCRC tersebut bakal diresmikan Bupati Bogor tanggal 27 Maret 2019. Pengecekan SCRC langsung dilakukan Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriadi, didamping Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Atis Tardiana.

“Saya mau liat kesiapan Sentul City melakukan pengolahan sampah terpadu dengan menggunakan teknologi tepat guna,” kata Panji dalam keterangan persnya, Jumat (15/3).

Menurut Panji, kemajuan pembangunan SCRC sangat signifikan. Dia yakin pembangunan SCRC selesai sesuai rencana dan tepat waktu

“Agar anda tahu ini yang pertama di Kabupaten Bogor pengembang perumahan yang mau mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu, adalah Sentul City,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Pengolahan Sampah DLH Atis Tardiana. Dia melihat kualitas bangunan yang tengah dikerjakan sangat kokoh. “Lantai sudah di beton. Jadi sangat kuat sekali,” paparnya.

Bekerjama dengan PT Xaviera Global Synergy, perusahaan pengolahan sampah tepat guna, pemgembang perumahan elite di kawasan Sentul ini memastikan tak ada lagi sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS).

Diprediksikan SCRC bakal beroperasi April 2019 mendatang dan pengoperasian perdana rencananya akan dilakukan oleh Bupati Bogor Ade Yasin sekakigus untuk diresmikan pengoperasiannya.

“Kita sistemnya zero waste yaitu, sampah berakhir dan selesai di tempat pengolahan kita,” jelas Wilda Yanti, CEO PT Xaviera Global Synergy kepada wartawan.

Wilda juga menjelaskan, Tempat Pengolahan Sampah Tepat Guna ini di bangun di atas lahan lima hektar. Untuk tahap pertama, lahan yang akan dimanfaatkan seluas 1,4 hektar, di mana di dalamya dibangun bangunan inti untuk mesin pengolaan sampah, gudang, parker, green house dan kantor. Sisanya akan direncanakan akan dibangun pusat pengembangan pertanian terpadu.

“Kami memiliki dua teknologi tepat guna yakni NatureXa Biotechno yakni mesih pengolahan sampah menggunakan teknologi tepat guna dan NatureXa Bioaktivator untuk mengolah sampah menggunakan mikro biologi,” paparnya.

Adapun untuk jenis-jenis mesin yang dioperasikan, kata Wilda banyak macamnya antara lain mesin pengomposan, mesin pakan ternak, mesin pengolah plastik dan mesin-mesin lain yang sesuai dengan jenis sampahnya.

Sebelum operasi pada April 2019 mendatang, Wilda mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialasi dan edukasi kepada stakeholder Sentul City. Sosialisasi dan edukasi tersebut dimaksudkan agar masyarakat di Sentul City sudah mulai memiliah sampah dari sumbernya.
Selain itu, masyarakat diajarkan bagaimana cara memiliah sampah organi, non organik, sampah B3, sampah elektronikl dan sampah residu.

“Sistem kami bukan hanya mampu mengolah sampah organik dan non organik, tapi juga sampah jenis lain seperti B3, sampah elektronik dan residu,” jelasnya.

Sosialiasi dan edukasi tak hanya di lakukan ke masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan elite Sentul City, akan tetapi pihaknya juga melalukan sosialisasi dan edukasi ke warga masyarakat di sembilan desa yang ada di Kecamatan Babakan Madang.

“Sekarang kita sudah jalan di empat desa. Kita ajak warga desa mengolah sampah secara berkelompok. Kita juga dorong pendiriaan koperasi yang bisa menampung hasil olahan sampah yang bernilai ekonomi,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Wilda, bahwa membina masyarakat di sembilan desa di Kecamatan Babakan Madang, pihaknya juga membina para pemulung. Menurutnya, selama ini pemulung diberikan waktu dua hingga tiga jam masuk ke cluster-cluster perumahan untuk mengambil sampah yang mereka butuhkan.

“Nanti kan semua sampah warga di olah. Nah, mereka kita rekrut bekerja di kita. Tugasnya memilih sampah. Ada mungkin sekitar 20 an pemulung yang akan kita rekrut untuk memiliah sampah di tempat kita,” pungkasnya.

(Kristian Budi Lukito)