Sebulan, 1500 Pengendara Motor Melanggar Tidak Pakai Masker

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Selama bulan Juli 2020, sebanyak 1500 pelanggaran kasat mata, karena pengguna kendaraan tidak menggunakan masker. Pelanggaran tersebut, tercatat di Pos Secang, Armada, Blondo, Muntilan, Salam, Borobudur dan Salaman.

“Pelanggaran kasar mata selama Juli 2020, karena tidak menggunakan masker,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Magelang, Ipda Kukuh Tirto Satria Leksono, di usai uji coba marka pemberhentian Kendaraan roda dua di lampu merah di depan Artos mall dan himbauan dengan aplikasi e-teguran Gemas Gemilang, Selasa (28/7-2020).

Menurut Kukuh, uji coba marka pemberhentian Kendaraan roda dua di lampu merah di depan Artos mall dan himbauan dengan aplikasi e-teguran Gemas Gemilang, menggunakan rujukan Kepres nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional – STR/364/VI/OPS.2./2020 tgl 25 Juni 2020 tentang Pencabutan maklumat Kapolri dan mendukung adaptasi kebiasaan baru.

Sesusai Rekomendasi WHO tentang protokol kesehatan, dan Perintah Kakorlantas melalui Virtual Zoom tanggal 23 Juli 202. Hasil Koordinasi dengan Bapak Erry Derima Kabid Lalu Lintas Dishub Provinsi Jateng, Erry Derima.

Polres Magelang, lanjutnya, melaksanakan Ops Patuh Candi 2020 mulai tanggal 23 Juli – 5 Agustus 2020. Tujuan dari operasi ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat terhadap peraturan berlalu lintas guna menekan jatuhkan korban kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, Sat Lantas Polres Magelang turut serta mengawal adaptasi kebiasaan baru protokol kesehatan dalam situasi pendemik covid 19. Menindaklanjuti rekomendasi WHO mengenai Protokol kesehatan salah satunya adalah Physical Distancing,

“Sat Lantas Polres Magelang telah berkoordinasi dengan Dinas perhubungan Provinsi Jawa Tengah berinovasi membuat marka pemberhentian roda dua di Traffict Light,” jelasnya.

Marka tersebut merupakan wujud himbauan secara visual kepada pengguna jalan agar senantiasa menjaga jarak (Physical Distancing) pada saat berhenti menunggu di Lampu Merah.Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kab.Magelang.

Kasat Lantas Polres Magelang AKP Fadli,SH,SIK menyatakan, sosialisasi uji coba marka pemberhentian kendaraan roda dua yang di laksanakan pada tanggal 24 Juli 2020 di simpang 3 Depan artos Mall tersebut menyampaikan,

Satlantas Polres Magelang juga mengkampanyekan penggunaan masker Kepada Pengguna Jalan.
“Selain memberikan himbauan dan teguran, kami juga membagikan masker kepada pengguna jalan yang tidak mengenakan Masker.

Sat Lantas Polres Magelang, bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Magelang, telah membuat aplikasi e-teguran Gemas Gemilang, yang artinya Gerakan Menggunakan Masker menuju Magelang Gemah Ripah Iman Cemerlang.

Setiap orang yang telah di berikan teguran akan terekam datanya dalam aplikasi tersebut. Sehingga apabila terdapat orang mengulangi pelanggaran protokol kesehatan maupun UULAJ akan di ketahui oleh petugas melalui history pelanggaran yang terdapat dalam fitur aplikasi tersebut.Dengan demikian di harapkan menimbulkan efek jera, karena setiap pelanggar protokol kesehatan dan UULAJ di awasi oleh petugas Satlantas Polres Magelang di lapangan.

Sejauh ini Sat Lantas Polres Magelang telah menghimbau dengan aplikasi e-teguran ini kepada 1538 pengguna jalan yang tidak mengikuti protokol kesehatan dan UULAJ.Dari banyaknya pelanggaran tersebut di dominasi oleh pelanggaran tidak mengenakan masker.Selain itu juga tidak menjaga jarak utamanya para penumpang angkutan umum.Selebihnya terdapat pelanggar UULAJ. (Ali Subchi)

banner 521x10

Komentar