Sekolah Islam Bogor, Muridnya Dibekali Wira Usaha

Gaya Hidup, Pendidikan1082 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Sekolah Islam Bogor salah satu Sekolah yang ada di Kota Bogor memberikan metode pembelajaran yang berbeda dengan sekolah – sekolah lainnya.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Ceremai Ujung Kota Bogor itu, selain lebih fokus mendidik Ilmu Agama Islam, Sekolah yang mengusung sedikit konsep sekolah alam ini juga menjalin kerjasama dengan Serambi Cafe dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman cara hidup yang mandiri.

” Untuk saat ini sekolah Islam Bogor muridnya baru 25 orang. Karena kita sendiri baru buka pendaftarannya Juli 2017, yaitu tahun ajaran baru, ” kata Kepala Sekolah Rosyid kepada InilahOnline.com, Selasa (19/9/2017).

“Kami saat ini baru menerima murid SMP saja hal ini karena keterbatasan tempat yang ada,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, metode pengajarsn sekolah islam Bogor lebih ke pendalaman ajaran islam, seperti belajar tulis Al qur’an, baca Al qur’an, sampai mengkaji tentang Islam.

Ery dari bidang pendidikan kurikulum Litbang Sekolah Islam Bogor menambahkan, murid – murid disini juga diajarkan cara berbisnis dan usaha. “Sekolah ini juga mengambil konsep sekolah alam, agar anak didik bisa menghirup udara segar dan dekat juga dengan alam.

“Jadi konsep sekolah ini, tujuannya agar mereka kelak bisa mandiri dan sudah ada pengalaman bekerja atau usaha walaupun mereka masih duduk di SMP., ” ungkapnya.

Menurut Ery, pihaknya juga menampung anak dari keluarga kurang mampu. “Murid dari keluarga muskin kita gratiskan sekolah disini, ” kata dia.

Mengenai kerjasama dengab Serambi Cafe, Ery mengatakan, untuk mendidik anak – anak bisa mandiri, pihak Serambi Cafe mengajarkan wira usaha.

Sementara itu Desi Fitri Diana pemilik Serambi Cafe menuturkan pengalamannya pernah bekerja di Amerika Serikat, sampai akhirnys membuka usaha sendiri di Indonesia.

“Saya sering menjadi pembicara atau nara sumber bertema tentang Wira Usaha untuk pemula. Kita menjalin kerjasama dengan Sekolah Islam Bogor berawal menjadi nara sumber di Sekolah tersebut, ” tutur Desi.

“Karena saya senang berbisnis, makanya sering di panggil menjadi nara sumber dalsm event – event Seminar atau workshop. Kita juga pernah diundang oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk menjadi pembicara, “imbuhnya (Iyan)

banner 521x10

Komentar