Vaksinasi PMK Tahap Pertama Dilakukan Di Kabupaten Magelang

Berita, Jawa Tengah150 Dilihat

INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Upaya pencegahan penyakit pada hewan, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP melakukan kegiatan Launching Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Senin 27/06/2022.

Kegiatan Launching Vaksinasi PMK tersebut menurut Zaenal Arifin adalah yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Magelang.
“ Vaksinnya baru kita dapatkan minggu kemarin, sehingga ini (Launching Vaksinasi) merupakan perdana di Kabupaten Magelang,” kata Zaenal Arifin.

Dirinya berharap dengan dilakukannnya vaksinasi, kekebalan hewan ternak akan mejadi lebih baik, lebih meningkat sehingga potensi terkena PMK dapat dihindari bahkan tidak ada, terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 2022 yang biasanya terdapat hewan kurban.

“ Stok kita unntuk hewan kurban masih cukup, baik Sapi, Domba maupun Kambing. Dan kita berharap tidak terdapat penyebaran PMK yang lebih masif lagi. Jadi vaksinasi ini adalah langkah antisipasi yang sedang kita lakukan,” lanjutnya.

Menurut Bupati, vaksinasi untuk Gelombang pertama kali ini akan dilakukan sampai dengan tanggal 02 Juli 2022 dengan total vaksin yang didapatkan sebanyak 600 kuota vaksin. Sehingga ketika vaksinasi gelombang pertama sudah selesai dilakukan, akan langusung dilaporkan kepada Pemerintah Pusat sehingga dapat menjadi evaluasi dan kajian.

“ 600 kuota vaksin ini tentunya belum mencukupi untuk seluruh ternak di Kabupaten Magelang, untuk itu akan kita prioritaskan dulu yang ada di sentra peternakan, salah satunya ada di Desa Podosoko ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, Joni Indarto menyampaikan jika Kabupaten Magelang merupakan salah satu sumber ternak di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah ternak sapi potong sebanyak 78.813 ekor, sapi perah 687 ekor, kerbau 5.814 ekor, kambing 84.996 ekor, domba 87.136 ekor dan babi 558 ekor. Namun demikian menurut Joni, semua jenis ternak tersebut merupakan hewan rentan tertular virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“ Meskipun angka kematian penyakit ini rendah akan tetapi penularan sangat luas (morbiditas 100%) artinya bila dalam satu kandang ada yang terpapar maka akan menular keseluruh ternak di dalam kandang, dan salah satu dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya produktifitas dari hewan ternak berupa merosotnya produksi daging dan produksi susu,” katanya

Dijelaskan Joni, Kabupaten Magelang jumlah populasi sapi potong sebanyak 960 ekor, sehingga menjadi salah satu lokasi prioritas pemberian vaksin tahap pertama. “ Vaksinasi diberikan hanya kepada ternak yang sehat, dalam rangka untuk memberikan kekebalan ternak terhadap Penyakit Mulut dan Kuku.Namun peternak harus tetap melaksanakan tata cara pemeliharaan yang baik dan menerapkan bio sekuriti secara ketat,” harapnya. (Ali Subchi)