oleh

YDAI Apresiasi Bappeda Kota Bogor

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Pengurus Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) mengapresiasi pimpinan Bappeda Kota Bogor yang telah menyediakan wadah khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkreasi dalam unjuk kinerja pembangunan sekaligus musyawarah kota selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu (1-3/3/2018).

“Kami sangat apresiatif dengan kebijakan Kepala Bappeda Kota Bogor, Bu Erna Hermawati yang telah memberi tempat dan kesempatan spesial buat kaum difabel dalam pameran pembangunan Kota Bogor bertajuk Bogor Kota Impian 2018,” ungkap Sekjen YDAI, Isnurul Naeni kepada wartawan di Balaikota Bogor, Sabtu (3/3/2018).

Didampingi Ketua Umum YDAI, Teguh P., Isnurul turut berbangga atas prestasi yang diukir sejumlah anak-anak dari sekolah inklusi beserta keluarga difabel dalam lomba menggambar tingkat TK dan SD yang digelar Bappeda bersama instansi terkait di jajaran Pemkot Bogor.

“Instansi terkait di Kota Bogor yang ikut pameran kali ini juga telah menjadi mitra difabel, sehingga kami benar-benar jadi keluarga besar, dan merasakan manfaat dari kebijakan yang dicanangkan selama ini,” tandasnya.

Shifa Najiha Aqila, siswi kelas 1 SDN Ciluer 3 raih juara 2 lomba menggambar Bogor Kota Impian di Balaikota, Sabtu (3/3/2018).

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kota Bogor, Erna Hernawati tampak akrab dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang memenangkan juara menggambar.

Di antaranya Shifa Najiha Aqila, siswi kelas 1 SDN Ciluer 3 yang meraih juara 2 menggambar Rusa, pepohonan dan rumah. Ia berhak mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta.

“Ayo tingkatkan terus prestasimu, ya anak-anak supaya kelak makin pintar, cerdas dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Erna.

Lebih lanjut, Isnurul menyatakan bahwa ia bersama keluarga difabel terus melakukan pembinaan, termasuk dalam memberdayakan ekonomi keluarga, dengan fokus mengembangkan produk UMKM berikut pelatihan branding, packaging, marketing, dan pembentukan jaringan, sehingga menjadi literasi sekaligus wahana pengembangan usaha lengkap dengan akses permodalan ke perbankan dan lembaga pembiayaan, seperti pegadaian.

Syarat untuk hal tersebut cukup sederhana, fotocopy KTP, KK, dan Surat Keterangan Usaha dari desa, kemudian bisa bergabung dengan Perwira, baik di kota maupun kabupaten,” tandas Isnurul. (Mochamad Ircham)

Komentar