Wako Bogor Minta Seluruh ASN Jaga Netralitas di Pemilu 2019

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar tetap menjaga netralitas.

“Saya meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor, utamanya para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga prinsip netralitas dan senantiasa menjaga komunikasi dengan semua pihak,” tegas Bima saat acara Silaturahmi dan Deklarasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden – Wakil Presiden (Pilpres) 2019 Aman, Damai dan Sejuk di Gedung Braja Mustika, Kota Bogor, Kamis (27/12/2018).

Prinsip netralitas menurut Bima adalah agar para ASN Pemkot Bogor tidak miring ke kanan atau ke kiri. Berdiri mengayomi semua golongan dan memastikan semua tahapan berjalan dengan lancar dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. “Bagi para camat dan para lurah hal ini harap dicatat, disimak dan dilaksanakan,” tegasnya.

Berbicara mengenai Pemilu kedua setelah reformasi tepatnya tahun 2004, Bima menuturkan berdasarkan pemberitaan CNN pelaksanaan pemilu di Indonesia adalah yang paling rumit dan paling kompleks sedunia.
“Pemilu 2004 dijuluki pemilu terumit sedunia. Sementara untuk pemilu tahun 2019, ada pengamat yang mengatakan sebagai pemilu borongan,” ujar Bima.

Namun dibalik rumit dan kompleksnya pelaksanaan pemilu di Indonesia, berjalan tertib, damai dan aman. Berbeda dengan pelaksanaan pemilu di negara lain yang lebih sederhana tetapi rusuh, lebih simple tetapi chaos.
“Kenapa ini bisa terjadi, jawabannya cuma satu yakni kepercayaan dari masyarakat kepada semua pihak, mulai dari penyelenggara maupun peserta pemilu,” terangnya.

Berdasarkan data lembaga survei di Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap demokrasi dan pemilu terus naik. Tahun 2016 kepercayaan publik 70 persen, 2017 naik jadi 76 persen, tahun 2018 meningkat jadi 83 persen.

“Bisa dibilang salah satu yang tertinggi di dunia. Modal terbesar kita adalah saling percaya dan kebersamaan yang kuat dari masa ke masa di antara para tokoh kita di Indonesia,” sebut Wali Kota.

Semua unsur diharapkan menjaga tradisi persatuan dan kebersamaan di Kota Bogor, tidak hanya Pemkot Bogor tetapi juga pihak lainnya secara terus menerus. “Kota Bogor adalah milik dan tanggung jawab kita semua,” ujar Bima.

Pada kesempatan itu ia tidak lupa mengajak semua unsur elemen masyarakat Kota Bogor untuk berdoa bersama dalam merayakan pergantian tahun baru 2019 nanti.

(ian Lukito)