103 Orang Warga Pantura Karawang Mulai Mengalami Dampak Kesehatan Akibat Limbah Crude Pertamina

Berita, Pantura596 Dilihat

INILAHONLINE.COM, KARAWANG

Insiden Bocornya Pipa milik Pertamina (PHE ONWJ) di Laut Utara Karawang, Jawa Barat yang mencemari sebagian Pantai Utara (Pantura) pada pekan lalu itu diduga menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan warga setempat di beberapa wilayah Desa di Kabupaten Karawang.

Seperti di ungkapkan beberapa warga Desa Cemarajaya dan Desa Sedari yang terkena dampak pencemaran limbah minyak mentah (Crude oil) akibat bocornya pipa milik Petamina itu datang ke Posko kesehatan yang di sediakan PT Petamina di setiap Desa yang rawan limbah crude oil, minggu (28/7/2019).

“Kami datang ke posko kesehatan yang di sediakan Pertamina itu untuk berobat, yang saya derita ini mengalami sesak napas dan gatal gatal pada tenggorokan akibat limbah minyak mentah yang menyengat, karna limbah minyak kalau panas memuncak menguap ke atas sehingga menimbulkan bau,” keluh Rudi (38) Warga Cemarajaya kepada Inilahonline.com

Hal senada juga diungkapkan Tarsiem (48) warga Cemarajaya, megatakan dirinya sejak terjadinya kebocoran limbah crude oil di pantai utara Karawang tenggorokan Tarsiem jadi gatal gatal dan mengalami sesak napas.

“Iya perut saya mual mual, lemes, dan sesak napas. Karena khawatir saya langsung berobat ke posko yang di sediakan oleh Pemerintah di kantor Desa,” ucap Tarsiem.

Sementara itu, diakui dr. Windi yang betugas di Desa Sedari mengaku, selama tiga hari ini telah menangani kasus penyakit warga Desa Sedari yang kena dampak limbah minyak itu mencapai 103 orang.

“Kebanyakan yang diderita oleh warga tersebut hanya gatal gatal, dan memang banyak kasus penyakit lain selain dari dampak pencemaran limbah tersebut, ada yang datang karena penyakit darah tinggi, sakit perut, dan yan lainya,” tandasnya

(CJ/Kusnadi)

banner 521x10

Komentar