Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pemda Pekalongan Raya akan Bangun PLTSa

Berita, Jawa Tengah63 Dilihat

INILAHONLINE.COM, PEKALONGAN — Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah di wilayah Pekalongan Raya, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen daerah, dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah menjadi energi.

“Kami menyambut antusias kesiapan dari Pekalongan Raya, yang terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Ini merupakan langkah besar yang perlu dipersiapkan dengan matang sejak awal,” ungkapnya, di kantornya, Senin (6/4/2026).

Menteri Hanif menambahkan, usulan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik tersebut, akan diajukan kepada Presiden RI Prabowo. Ia berharap, program itu dapat menjadi salah satu solusi strategis, untuk menangani masalah sampah di Indonesia.

Meski demikian, imbuhnya, seluruh proses harus tetap mengikuti standar dan norma yang telah ditetapkan, termasuk penerapan sistem pemilahan sampah dari hulu, di setiap daerah. Ini menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan energi terbarukan, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat,” pungkasnya.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyatakan, seluruh tahapan awal telah dipersiapkan, mulai dari penentuan lokasi hingga kesepakatan kerja sama antardaerah.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar, sehingga proyek tersebut segera terealisasi.

Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi langkah penting dan mendesak, untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar, tidak hanya di Kota Pekalongan, tetapi juga secara nasional.

“Permasalahan sampah ini sangat urgen. Dengan adanya PSEL, kita harapkan bisa menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik,” imbuhnya.

Wali Kota Aaf menyampaikan, hingga saat ini Pemerintah Kota Pekalongan telah berhasil menangani sekitar 50 persen persoalan sampah. Namun, capaian tersebut dinilai masih belum optimal dan membutuhkan upaya lebih besar, melalui kolaborasi lintas daerah.

“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat, agar langkah ini bisa berjalan lancar. Ini bukan tempat pembuangan, tetapi pengolahan sampah. Targetnya, sampah yang masuk hari ini harus selesai di hari yang sama,” tegasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar