INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Program Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ma’arif Muntilan, diharapkan bisa pembentukan karakter bagi peserta didik di lingkungan sekolah berkebutuhan khusus. Sebab SLB Ma’arif Muntilan, menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Magelang yang menjadi sekolah Adiwiyata.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari, di SLB Ma’arif Muntilan, Kamis (9/7/2026) mengatakan, SLB Ma’arif Muntilan luar biasa, merupakan satu-satunya sekolah dengan peserta didik berkebutuhan khusus menjadi sekolah Adiwiyata.
Menurut Wulandari, di SLB Ma’arif yang menjadi sekolah Adiwiyata dengan melaksanakan program Aksi Janaka, melibatkan peserta didik berkebutuhan khusus. Maka Aksi Janaka di SLB tersebut, ada keunggulan dan keistimewaan tersendiri.

“Saya yakin, peserta didik di SLB Ma’arif sangat bisa untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan di sekilah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk melatih peserta didik yang kebutuhan khusus dalam memilah dan pengelolaan sampat, para guru membentuk jejaring bank sampah di sekolah. Dengan membentuk jejaring dan kolaborasi multipihak yang melibatkan peserta didik, untuk mengelola sampah dari sumbernya, karena pola tersebut memperkuat ekonomi sirkular melalui bank sampah di sekolah.

Sebagai nara sumber pelatihan, Wakidah Kurniawati menambahkan, program Aksi Janaka sekolah Adiwiyata di SLB Ma’arif ini, bertujuan untuk pembentukan karakter bagi peserta didik, agar guru selalu diajarkan atau menyampaikan pesan cara dalam memilah dan mengumpulkan sampah sesuai fungsi dan tempatnya.
Kepala SLB Ma’arif, Roykhan Mubarak dalam sambutannya mengatakan, melalui Aksi Janaka Sekolah Adiwiyata menjadi kelas alam bagi peserta didik untuk menambah wawasan pengetahuan tentang lingkungan, menjaga, merawat dan menyiram tanaman supaya bisa tumbuh dengan baik.

Selain merawat dan menyiram, peserta didik berkebutuhan khusus yang belajar di SLB Ma’arif ini, juga diajarkan untuk memilah sampah ditaruh di tempat sampah yang tersedia sesuai keperuntukannya.
Ia berharap, pelatihan tersebut menambah pengetahuan akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman dan aman bagi peserta didik. Sebab out put memilah sampah, tidak hanya membuat bersih lingkungan sekolah, tetapi bermanfaat dan juga mendapatkan nilai ekonomi dari memilah sampah.
Sebelum mengikuti kegiatan ‘In Hose Training (IHT) Pelatihan Pemilahan Sampah Penggunaan Komposter dan Penanaman Pohon Bagi Seluruh Guru dan Karyawan SLB Ma’arif Muntilan,’ dengan nara sumber Wakidah Kurniawati dari DLH Kabupaten Magelang, terlebih dahulu dilakukan penanaman pohon dan penyerahan drum komposter di halaman sekolah oleh Uswatun Wulandar dan Kepala SLB Ma’arif, Roykhan Mubarak. (Ali Subchi)





























































Komentar