Zero Sampah Lingkungan SMP N 2 Borobudur Langkah Program Aksi Janaka

INILAHONLINE.COM, BOROBUDUR — Program Bupati Magelang bertajuk Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata), menjadi penguat pendidikan lingkungan bagi siswa/siswi di SMP Negeri 2 Borobudur, menjadi Zero Sampah di lingkungan sekolah, karena para siswa siap membuat kompos dari sampah organik yang ada di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Borobudur, Ahyar, Senin (6/7-2026 mengatakan, bantuan tempat sampah berpilah dari CSR SPG Ngadiharjo, dan bantuan Drum composer dari DLH, menjadi penyemangat para siswa untuk mengolah sampah, karena alat-alat tersebut, sangat membantu tujuan sekolah ‘Berserih’ (bersih, sehat, rindang dan hijau).

“Lingkungan SMP N 2 Borobudur, menjadi sekolah zero sampah dengan slogan go green, go clean,” jelasnya.

Kegiatan diawali dengan pelatihan dan praktik pembuatan kompos, dipandu Atik Pratiwi penggiat lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, pesertanya dari murid, guru dan karyawan SMP Negeri 2 Borobudur.

Nara sumber pelatihan pembuatan kompos, Atik Pratiwi menerangkan, kegiatan dengan pemilahan sampah dari hasil penyapuan di halaman sekolah, kemudian sampah dipilah-pilah yang terdiri sampah organic dan sampah non organic. Sampah organic terdiri dari daun yang dipotong-potong kecil, dicampur dan disemprot dengan EM4 dan molase dilarutkan dengan air sampai dedaunan terlihat basah.

“Setelah sampah organik dari dedaunan dimasukkan ke dalam composer, kemudian dikasih cairan dan cukup basah di dalam drum composer yang merupakan bantuan dari DLH ditutup rapat, dan ditunggu hingga kurang lebih 3 minggu, baru bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman,” ujar Atik.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari mengatakan, inovasi Aksi Janaka menuju sekolah Adiwiyata, sebagai langkah strategis untuk memperluas penerapan sekolah berbudaya lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak. Persoalan lingkungan hidup, menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia.

Jadi, lanjut Uswatun, program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Janaka), secara resmi sudah di launching Bupati Magelang Grengseng Pamuji, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di Balkondes Ngadiharjo.

“Salah satu langkah efektif membangun kesadaran lingkungan, adalah melalui Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata. Program tersebut bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan, melalui Aksi Janaka,” pungkasnya. (Ali Subchi)

banner 521x10

Komentar