INILAHONLINE.COM, BOROBUDUR — Bupati Magelang, Grengseng Pamuji melaunching program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Janaka) sebagai upaya mempercepat pelaksanaan Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di Balkondes Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (2/7/2026).
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi atas launching inovasi Aksi Janaka. Program tersebut, harus mampu diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak bagi peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Magelang.
“Saya mengapresiasi Aksi Janaka. Harapannya program ini tidak berhenti hanya menjadi sebuah narasi, tetapi benar-benar dilaksanakan secara konsisten,” kata Grengseng.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Ismail, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi tersebut. Diharapkan, Aksi Janaka mampu menjadi penguat pendidikan lingkungan di seluruh sekolah dan madrasah di Kabupaten Magelang.
“Kami mengapresiasi inovasi Aksi Janaka. Semoga program ini memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kabupaten Magelang,” kata Ismail.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten Magelang Tahun 2025 kepada 61 sekolah/madrasah, selain itu Program Apresiasi Desa Gemar Mengelola Sampah (Degemes) Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2026.
- Predikat Pelaksana Terbaik I: Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur
- Pelaksana Terbaik II: Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung
- Pelaksana Terbaik III: Desa Ngendrosari, Kecamatan Kajoran
- Kategori Harapan I: Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan
- Harapan II: Desa Kalegen, Kecamatan Bandongan
- Harapan III: Desa Sengi, Kecamatan Dukun
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari melaporkan, inovasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas penerapan sekolah berbudaya lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dikatakan Wulandari, persoalan lingkungan hidup saat ini menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia.
Pencemaran air, udara, dan tanah, hingga menurunnya kualitas sumber daya alam merupakan dampak dari aktivitas manusia yang belum sepenuhnya menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu langkah efektif membangun kesadaran lingkungan adalah melalui Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata. Program tersebut bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan.
“Melalui Aksi Janaka, kami ingin memperkuat jejaring kerja lintas sektor agar pelaksanaan Program Adiwiyata di Kabupaten Magelang dapat berjalan lebih cepat, lebih luas, dan berkelanjutan,” ujar Wulandari.
Berdasarkan data 2025, lanjutnya, capaian program Adiwiyata di Kabupaten Magelang masih tergolong rendah. Dari total 1.233 sekolah dan madrasah yang ada, baru 153 atau sekitar 12,46 persen yang berhasil menerapkan program Adiwiyata.

“Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak sekolah yang membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta dukungan berbagai pihak agar mampu menerapkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Di luar manfaat langsung tersebut, sekolah juga memiliki peluang memperoleh dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp5 juta hingga Rp20 juta per tahun, peningkatan jumlah peserta didik karena reputasi sekolah yang semakin baik, hingga peluang memperoleh hibah dan dukungan dari berbagai program pemerintah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Aksi Janaka, sejumlah perusahaan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada sekolah dan madrasah Adiwiyata.
- RSU Aisyiyah Muntilan menyerahkan bantuan masing-masing Rp5 juta kepada SD Muhammadiyah 1 Muntilan dan SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan.
- PT Penerbit Erlangga Cabang Magelang memberikan bantuan masing-masing Rp1 juta kepada SDN Girikulon Kecamatan Secang, SMKN 1 Salam, dan SLB Ma’arif Muntilan.
- Plataran Borobudur Resort menyalurkan bantuan Rp800 ribu kepada SDN Karanganyar Kecamatan Borobudur.
- SPPG Ngadiharjo memberikan bantuan enam unit tempat sampah kepada SMPN 2 Borobudur.
- Dynamic Bakery memberikan bantuan Rp5 juta kepada SMKN 1 Salam.
- Amata Borobudur Resort memberikan bantuan Rp1 juta kepada SMP Pangudi Luhur Srumbung.
- PT Medion menyerahkan bantuan sarana berupa dropbox sampah kepada SMKN 1 Salam. (Ali Subchi)






























































Komentar