oleh

15 Desa Di Kabupaten Magelang Jadi Percotohan Smart Village Tingkat Nasional

INILAHONLINE.COM, MUNGKID — Sebanyak 15 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Magelang, menjadi proyek percontohan tingkat nasional oleh Kementerian Pemerintah Desa Tertinggal dan Transmigrasi, sebagai Desa Smart Village. Program yang dikembangkan, diantaranya mendirikan unit digital marketing tingkat desa.

“Ada 15 desa dari 25 desa menjadi proyek percontohan tingkat nasional, sebagai Desa Smart Village oleh Kemendes. Program ini, dibiayai oleh bank dunia,” kata Kepala Pusat Pengembangan Daya Desa Kementerian Pemerintah Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Helmiati Nuhung, dalam workshop nasional bertajuk Jurnalisme Desa Cerdas, di Pendopo drh Soepardi Setkab Magelang, Senin (1/8-2022).

Menurut Helmiati, di era digital seperti saat, juga harus memiliki keterampilan membangun jejaring melalui internet, guna menggerakkan ekonomi desa tersebut, harus ada kegiatan-kegiatan yang bisa mengelola produk-produk sesuai potensi di desa tersebur, melalui event-event berskala regional atau nasional.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menambahkan, era digital ini era yang luar biasanya. Di era 5.0 harapannya seluruh kegiatan bisa dilaksanakan dengan digitalisasi, dan tetap diimbangi dengan semangat Indonesia dan Pancasila.

Dengan dilaksanakannya kegiatan workshop ini, harapannya bisa membangun potensi yang ada di desa yang berada di Kabupaten Magelang dan yang menjadi tujuan KKN dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo..

“Monografi Desa yang sudah dilaksanakan sampai saat ini akan memudahkan pemerintah mengetahui kondisi ekonomi, potensi desa dan bisa tepat dalam membuat kebijakan untuk kemajuan desa,” imbuh Zaenal.

Duta Digital Smart Magelang, Sholahuddin AA mengatakan, workshop bertajuk Jurnalisme Desa Cerdas, digelar atas kerja sama dengan Dispermades, Diskominfo Kabupaten Magelang, PWI Kabupaten Magelang dan Mahasiswa KKN UNS Solo, diikuti secara virtual oleh desa-desa smart village di Jateng, DI Yogyakarta, Jabar, Riau, Bali, NTB dan desa-desa lain di Tanah Air.

Di Kabupaten Magelang ada lima Duta Digital Smart Desa tersebar di 25 desa di Kecamatan Borobudur, Salaman, Muntilan dan Mungkid. Mereka bekerja sejak Januari 2022 lalu sesuai program dari Kemendesa PDTT. Kegiatan yang telah dijalankan di desa-desa penerima manfaat, mencangkup enam pilar Desa Cerdas

Antara lain, pilar ekonomi cerdas dengan mendirikan unit digital marketing desa. Ke depan akan dikembangkan menjadi unit usaha di bawah BUMDes. Membangun destinasi desa wisata baru.

Salah satunya Desa Meta Borobudur. “Ke depan akan dikembangkan menjadi desa metverse dan bukan tidak mungkin akan menjadi desa metverse pertama di Infonedia yang berpotensi menjadi industri baru yang menjadi unit usaha BUMDes,” katanya.

Kegiatan lain, membangun taman cerdas sebagai anjungan wisata pendidikan untuk pelajar tentang teknologi dan digital. Membangun studio pemotreta produk UMKM.

Ada pula program pilar lingkungan cerdas. Mendirikan bank sampah minyak jelantah atau minyak bekas menggoreng, dimanfaatkan menjadi lilin aroma terapi. “Dikemas secara unik dan dijadikan souvenir wisatawan,” kata Shollahuddin

Dalam progres Desa Cerdas Smart Village Kabupaten Magelang, hingga saat ini sudah terdapat 15 Desa penerima Smart Village yang berada di Kecamatan Borobudur, Salam, Muntilan dan Mungkid yang didampingi oleh 5 orang Duta Digital Smart Village Kabupaten Magelang.

“Kami laporkan 15 desa yang menerima smart village ini sudah kami dampingi selama 7 bulan dengan 25 program kegiatan yang mencakup 6 pilar,” ucap Solahudin, Duta Digital Smart Village Kabupaten Magelang.

Pada sesi penyampaian materi dari Workshop Nasional Jurnalisme Desa Cerdas, narasumber tidak hanya menyampaikan materi, namun juga mengajak diskusi para peserta workshop dan Kepala Desa serta Camat yang diundang dalam kegiatan workshop tersebut. (ali subchi)

Komentar