Asdepamsi PDAM Gelar Bimtek Implementasikan Permendagri Nomor 118 Tahun 2018

Berita, Megapolitan46 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Asosiasi Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum se-Indonesia (Asdepamsi) menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) yang juga diikuti oleh para direksi Perusahaan Daerah Air Minum se-Indonesia di Hotel Royal, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah.
 
Bimtek diawali dengan Gala Dinner yang dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang juga Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah dan Ketua Asdepamsi Dody Rosadi.
 
“Tujuan dari Bimtek ini agar anggota Asdepamsi menguasai ilmu sesuai Permendagri nomor 118 tahun 2018 sebagai acuan,” kata Ketua Panitia Pelaksanaan Bimtek, yang juga Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Hanafi, Rabu (16/11/2022)
 
Menurutnya, kegiatan Bimtek yang kali ini digelar di Kota Bogor dilaksanakan selama dua hari. Di hari pertama Bimtek dilaksanakan dengan pemberian materi tentang penyusunan rencana kerja bisnis, peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan sebagainya.
 
“Kegiatan ini merupakan program kerja Asdepamsi tahun 2022. Tujuannya untuk mensinergikan Bimtek dan raker antara direksi dan dewan pengawas untuk memajukan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara merata dan adil,” ungkap Hanafi.
 
Selain itu Hanafi memaparkan, sesuai rencana kerja, dalam Raker Asdepamsi beberapa waktu lalu Dewan Pengawas dan Direksi PDAM se-Indonesia sepakat untuk mendukung program pemerintah cakupan pelayanan 100 persen.

 “Untuk itu sinergitas antara Direksi dan Dewan Pengawas dalam membangun perusahaan sangat diperlukan, karena sinergitas ini menjadi poin penting untuk menciptakan kinerja PDAM yang lebih baik lagi,” tambahnya.
 
Menurut Hanafi, dalam Bimtek tersebut selain pemberian materi, juga para peserta akan melakukan kunjungan kerja ke intake Ciherang Pondok milik PDAM Tirta Pakuan di wilayah Kabupaten Bogor.
 
Hanafi menjelaskan, kegiatan ini memiliki tujuan agar direksi dan badan pengawas sebagai perwakilan kepala daerah memiliki pemahaman yang sama dan sejalan untuk memberikan pelayanan air minum yang adil dan merata. Selain kegiatan Bimtek, Kota Bogor sebagai tuan rumah juga menampilkan beberapa kesenian tradisional untuk menyambut para peserta, diantaranya adalah penampilan kecapi suling.
                          
“Kota Bogor sebagai kota penyanggah ibu kota yang masuk ke dalam interline Jakarta memberikan konsekuensi tingginya tuntutan pelayanan air bersih di Kota Bogor. Peserta melebihi 100 orang, dari target 75 orang, artinya kegiatan bimtek ini sangat penting,” jelasnya.
 
Sementara itu menurut Ketua Asdepamsi Dody Rosadi yang didampingi Direktur Umum Tirta Pakuan Kota H. Rivelino Rizky menjelaskan, para peserta BImtek dibawa ke intake itu untuk melihat secara langsung, bagaimana pengolahan airnya, seperti sistemnya, berapa liter per detik air yang didistribusikan ke masyarakat dan sebagainya.
 
“Kegiatan ini hasil keputusan rakernas Asdepamsi di Lombok bulan Agustus kemarin. Pada rrakernas diputuskan program berikutnya adalah bimtek temtang penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan itu harus dilaksanakan pada bulan Oktober atau November karena Desember sudah ketuk palu RKA. Setelah di polling tempat bimtek, terpilih Bogor,” ungkap Dodi.
 
Masih kata Dodi, untuk itu kami mempersiapkan diri nyari narsum, materinya apa supaya semua bisa menerima. Akhirnya disepakati di Bogor makanya bisa hadir 90 lebih dewan pengawas dari target 75 orang, karena menyusun RKA ini sangat penting, salah sedikit bisa pakai ‘rompi orange’.
“Untuk itu harus hati-hati dalam menyusun RKA, jangan sebarangan mencantumkan angka yang tidak sesuai dengan ketentuan,” terangnya,” tambahnya.
 
Dody juga menjelaskan, dalam bimtek ini semua belajar dengan serius karena akhir Desember sudah di tandatangani oleh KPM (kuasa pemilik modal) dalam hal itu bupati atau wali kota tapi di acc nya juga oleh dewan pengawas. Ini butuh waktu segera, karena mempelajari program ini tidak mudah dan membutuhkan uang yang besar.
 
“Penyusunan RKA juga harus terarah, apalagi di kota-kota besar banyak hal-hal kebocoran, perbaikan pipa dan nambah sambungan juga tuntutan kan. banyak pelanggan yg belum kebagian air, sementara perbaikan juga sama sama butuh biaya,” ujar mantan Sekdakot Bogor itu.
 
Lebih lanjut Dodi Rosadi mengatakan, Dewan pengawas harus fokus Menekankan kehilangan air dan menambah pelanggan, supaya lebih banyak masyarakat indonesia yang menikmati air bersih. Akhir 2024 tergenya 40 juta penduduk indonesia menikmati air bersih. Dalam RKA 2 tahun yaitu RKA tahun ini dan tahun depan untuk mengejar target 10 juta sambungan,” bebernya.
 
“Kami berharap para peserta bimtek Asdepamsi mengauasi ilmuanya sesuai peraturan Permendagri nomor 118 tahun 2018 yang harus jadi acuan. Narsumnya dalam bimtek mantan ketua dewan pengawas PAM Jaya dan Dirum perumda Tirta Pakuan,” pungkasnya. (PH)

banner 521x10

Komentar