Aspika Kecam Pemerintah China atas Penindasan Terhadap Muslim Uighur

INILAHONLINE.COM, KARAWANG

Acara jalan santai yang setiap minggu pagi di taman ILOVE karawang semakin ramai dengan hadirnya peserta demo bela muslim Uighur, Ratusan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas hadir untuk melakukan aksi bela Muslim Uighur di Taman I LOVE Karawang, Minggu (22/12/2019) pagi.

Dalam orasinya, mereka mengutuk keras dan mengecam pemerintahan Tiongkok atas penindasan yang terjadi pada Muslim Uighur.
Sementara dari lokasi, terlihat para peserta aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap pemerintah China yang melakukan penindasan terhadap Muslim Uighur.

Abdul Rohman selaku Panglima Brigade Aliasi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA) mengatakan “Umat Islam di sana tertindas, ini sudah jadi kewajiban kita untuk membela saudara kita di sana,” ujar nya dalam orasi di hadapan ratusan peserta aksi.

Abdul Rohman menilai apa yang dilakukan pemerintah Cina terhadap muslim Uighur sudah keterlaluan karena telah merampas hak-hak asasi mereka semisal beribadah.

Selain menggelar orasi, mereka juga melakukan penggalangan dana. Hasil donasi itu nantinya akan disalurkan kepada para pengungsi Muslim Uighur di China.

“Kita satu suara mendesak pemerintah kabupaten sampai nasional untuk menekan Dubes China agar mengakhiri penindasan terhadap Muslim Uighur,” ucap Welli Nugroho, Korlap Galang Dana untuk Uighur.

Welli menegaskan bahwa kekerasan terhadap Muslim Uighur adalah benar adanya. Adapun beredar bahwa tidak terjadi kekerasan, kata dia, berita tersebut adalah kebohongan dan tidak berimbang.

Sementara itu, usai berorasi, sebagian peserta juga sempat melakukan aksi teatrikal sambil membacakan puisi. Beberapa pria berseragam khusus terlihat membawa senjata mainan seolah itu adalah tentara China yang sedang melakukan kekerasan terhadap umat Muslim disana.

( Joen )

banner 521x10

Komentar