Bersama Pejuang Mushala, Bima Arya Resmikan Mushala di AEWO Mulyaharja

Berita, Megapolitan158 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR — Pejuang musala yang diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian memberikan donasi musala di RW 11, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, tepatnya di kampung tematik Mulyaharja Agro Eduwisata Organik Mulyaharja (AEWO).

Peresmian Musala di AEWO Mulyaharja ini dilakukan Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Camat Bogor Selatan, Abdul Rahman dan Lurah Mulyaharja, Indra Permana, Ketua TP PKK, Yane Ardian, Pejuang Musala dan disaksikan pengurus dan warga sekitar, Selasa (17/10/2023).

Inisiasi dibangunnya Musala ini berawal ketika Yane akan menunaikan Salat dan melihat musala yang kondisinya perlu perbaikan. “Jadi berawal saya duduk di sana, ketika saya mau solat kang AW malah bawain saya karpet. Trus saya tanya memang musalanya dimana. Ketika saya ke musala memang musalanya perlu perbaikan. Lalu saya bilang Bismillah saya mau bikin musala di situ. Karena musala ini kebutuhan, nah lalu kita hitung lain-lain saya mengajak Pak Fery yang biasa membangun dan menghitung kebutuhan anggaran,” kata Yane Ardian.

Saat akan memberikan sambutan Yane terasa bergetar karena menurutnya ada tiga faktor yang terlibat dalam pembangunan musala ini, diantaranya adalah kebutuhan dana, persahabatan dan juga keimanan.

Dalam melakukan pembangunan tentu memerlukan dana yang tidak sedikit dan dalam melakukan kebaikan tidak bisa dilakukan sendiri dan dengan keimanan semuanya bisa terwujud.

“Nah, kalau bicara uang tentunya dalam waktu singkat tidak punya sebanyak itu. Kedua adalah faktor persahabatan, karena menurut saya musala ini bukan hanya membutuhkan dana. Karena mungkin pembangunan sekitar dua tiga bulan uang itu bisa dicari. Tapi musala ini adalah kebaikan dan kebaikan itu tidak boleh dipegang sendiri, nah disinilah saya mengajak teman-teman untuk terlibat,” ujarnya.

Selanjutnya lanjut Yane yang utama adalah faktor keimanan. Sebab, ketika tidak ada keimanan, maka musala ini tidak bisa berdiri. “Kalau bicara dana mungkin musala ini tidak bisa terbangun. Tapi ketika bicara iman apa yang kita niatkan untuk ibadah karena Allah sehingga semua terwujud. Karena Allah maha mengatur dan maha pencipta,” katanya.

Dalam pembangunan Musala ini Yane pun sempat khawatir lantaran musala yang lama dirobohkan untuk dibangun.

Namun dengan keyakinan dirinya pun yakin ini bisa terbangun. Sehingga musala yang awalnya berada di belakang tempat wudhu dan kamar mandi saat ini posisinya sudah diubah musala berada di depan dan tempat wudhu, kemudian kamar mandi di sisi belakangnya.

“Alhamdulillah musala ini layak digunakan. Karena dibangun sesuai fungsinya alhamdulillah, lahaula walakuata niat baik kita mulai hari ini musala bisa digunakan,” ujarnya.

AEWO Mulyaharja Memberikan Manfaat Kepada Warga Sekitar

Ketika kembali mengunjungi Mulyaharja di masa siap panen saat akan meresmikan Musala, Wali Kota Bogor, Bima Arya merasa sangat bahagia melihat padi hijau mulai menguning di bawah langit biru.

“Ini ada keajaiban di sini. Ketika pertama datang rasanya tidak terbayang tempat ini bisa seperti ini. Disamping ada sentuhan wali kota, disamping ikhtiar pak camat, pak lurah, pengurus, warga semuanya tapi pasti ada takdir Allah di sini. Sehingga mungkin tempat ini yang awalnya hanya memberikan manfaat bagi sebagian orang kemudian yang mendapatkan manfaatnya lebih banyak lagi. UMKM-nya ibu-ibu yang buat masakan di sini dan lain lain,” ujarnya.

Ini lanjut Bima Arya memberikan berkah untuk semua, terus berjuang berikhtiar sehingga perlu dibangun tempat beribadah yang layak.

“Musala ini bukan saja ikhtiarnya untuk menyediakan tempat salat, tapi mengingatkan kita semua bahwa semua ikhtiar di sini tidak ada artinya jika tidak diridhoi Allah, tidak diberkahi. Makanya apa yang kita lakukan di sini adalah berharap ridho dan berkah dari Allah,” katanya.

Lurah Mulyaharja, Indra Permana mengatakan, lokasi Musala ini berada di RW 11, di tengah persawahan yang juga bisa digunakan oleh para petani, warga sekitar dan pengunjung untuk melaksanakan salat dengan nyaman.

Ke depan kata Indra, musala ini juga akan dimakmurkan dengan diisi dengan berbagai kegiatan rohani keagamaan dan untuk ibadah.(ian Lukito).

banner 521x10

Komentar