oleh

Dandim Bojonegoro Hadiri Lomba Sapi Betina Produktif yang Digelar Disnak Bojonegoro

INILAHONLINE.COM, BOJONEGORO

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto menghadiri kegiatan lomba sapi betina produktif dan panen pedet di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (16/10).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro tersebut, dalam rangka untuk meningkatkan populasi dan antusias masyarakat terhadap peternakan.

Hadir dalam kegiatan ini diantaranya jajaran Forkopimda Bojonegoro, Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Direktur Pembibitan Dan Produksi Ternak Ir. Sugiono, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, pimpinan EMCL, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Kepala Bank Jatim Bojonegoro, Kepala Bank BNI Jatim Bojonegoro, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Bojonegoro, serta Forkopimcam Tambakrejo dan para Camat se- Kabupaten Bojonegoro.

Plt. Dinas Peternakan dan Perikanan Drh. Catur Rahayu K, menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi, serta motivasi kepada masyarakat, dan sebagai ajang promosi/pemasaran komoditi peternakan.

Ada beberapa kategori dan kriteria dilombakan dalam perlombaan ini, diantaranya Pedet betina sapi peranakan ongole (PO), calon induk sapi PO, pedet betina hasil inseminasi buatan (IB), calon induk hasil IB, Induk hasil IB, dan induk sapi PO

Lomba diikuti peserta dari 28 Kecamatan, tiap kategorinya ditarget sebanyak 168 ekor, gelar panen pedet 500 ekor, dan ternak yang di PKB masal sebanyak 200 ekor.

Pada event ini juga digelar lomba petugas Inseminasi Buatan (IB) berprestasi. Selain itu, kegiatan lainnya seperti Pemeriksaan Kebintingan (PKB) Masal, pameran produk peternakan dan pertanian, konsultasi layanan kesehatan hewan, bimtek pembibitan budidaya dan teknologi pangan dan pemberian Radio Frequency Identification (RFID) pada ternak betina produktif.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini juga membuka peluang investasi potensi peternakan yang ada di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya.
Sementara Bupati Bojonegoro DR H Anna Mu’awanah menegaskan, populasi ternak Bojonegoro ke depan ditargetkan menempati urutan kedua besar se- Jawa Timur.

Berdasarkan data di Kementerian pusat tahun 2010, populasi ternak di Bojonegoro menempati peringkat kedua. Dan di tahun 2018 populasinya menurun di peringkat ke delapan.

“Oleh karena itu kedepan kita harus mampu kembali menaikkan populasinya di peringkat satu atau dua,” tambahnya.

Mantri ternak maupun dokter hewan harus bisa berinisiasi agar bisa terwujud. Untuk memaksimalkan produksi ternak sapi, hal utama yang harus diperhatikan adalah produktifitas sapi betina, karena akan melahirkan banyak anak sapi (Pedet).

“Supaya sapi-sapi betina bisa lebih produktif, kita melarang untuk dipotong,” ujarnya.

Selain memaksimalkan sapi betina produktif, inseminasi buatan juga harus yang berkualitas, agar mortalitasnya-jumlah kematian-menurun. Ini merupakan tugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan untuk melakukan koordinasi, dan langkah-langkah yang bagus dengan kementrian pusat.

Untuk penanganan anak sapi/pedet yang baru lahir agar segera mendapatkan ASI dari induknya. Faktor makanan waktu sang induk masih bunting mesti mendapatkan asupan makanan yang kasar atau kaya serat.

“Bojonegoro merupakan lumbung pangan, jadi jerami yang didapat waktu musim penghujan baiknya juga disimpan sebagai cadangan untuk musim kemarau agar sapi tidak kekurangan gizi,” pesan Bupati.

(Susilo)

Komentar