Desa Wisata Rancabungur Mulai Dilirik Wisatawan

InilahOnline.com (Rancabungur-Kab Bogor) – Desa Wisata Paniisan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Rancabungur, Kecamatan Racabungur, Kabupaten Bogor, mulai dikunjungi wsiatawan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran rombongan 18 orang mahasiswa dari Jakarta.

Ketua Bumdes Rancabungur “Mandiri Bersama” Endah mengatakan, wahana bertajuk “Desa Wisata Paniisan” yang dikelolanya masih dalam proses pengerjaan dan secara resmi belum diluncurkan ke publik

Kendati demikian, sejak 27 Januari 2018, Desa Paniiasn sudah mulai dikunjungi banyak wisatawan, dengan pelaksanaan kegiatan “Lulugu Puseur Cisadane”, yang dihadiri 200 orang dari 50 komunitas seni, budaya, lingkungan se-Jabodetabek.

“Lulugu Puseur Cisadane yang digagas Pak Lurah Sumantri bersama dengan semua perangkat desa, terutama BUMDES dan Karang Taruna, menyita perhatian besar dari masyarakat luas, mulai kalangan aktivis lingkungan, budaya, hingga pejabat teras di wilayah Bogor,” ujar Endah.

Kegiatan tersebut, selain untuk melestarikan Daerah Aliran Sungai Cisadane, juga dimaksudan untuk menyosialisasikan program Desa Rancabungur dalam mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya melalui “Desa Paniisan”, yang berlokasi di sebelah jembatan Cisadane, Rancabungur – Ciampea.

Warga Rancabungur lestarikan seni karinding

Chandar selaku pengurus Karang Taruna Tunas Muda mengatakan, dampak kegiatan “Lulugu Puseur Cisadane” terhadap promosi Desa Rancabungur sebagai tujuan wisata mulai terasa.

Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran 18 orang mahasiswa STAN Jakarta, yang berlibur selama sepekan, Sejak Jumat (2/2/2018), untuk wisata arung jeram.

“Kami bekerja sama dengan Kali Baru Rafting untuk wisata arung jeram di Sungai Cisadane. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas budaya untuk wisata sejarah dan budaya,” ujar Chandra

Kepala Desa Rancabungur, Sumantri, SKM, MSi mengatakan, Desa Wisata Paniisian dikembangkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan untuk melestarikan seni budaya Sunda dan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

“Desa Wisata Paniisan dikembangkan untuk tujuan edukasi dan ekonomi. Kami berupaya mengembangkan serta mendudukan budaya dan ekonomi secara sinkron demi meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat harkat martabat masyarakat,” pungkas Sumantri. (Nicko)

banner 521x10

Komentar