oleh

Dewan Pers dan PWI Apresiasi Program Vaksinasi Covid-19 Bagi Para Awak Media

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan apresiasi kepada Provinsi DKI Jakarta atas terselenggaranya program vaksinasi untuk para awak media (wartawan dan pekerja pers-red). Demikian disampaikan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo.

“Kami bersama PWI Peduli memberikan apresiasi serta penghargaan kepada Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Kesehatan, para dokter dan tenaga medis vaksinator yang sepenuh hati telah membantu terselenggaranya program vaksinasi bagi awak media,” ucapnya.

Lebih lanjut Agus Sudibyo mengatakan, adapun menegnai kapan vaksinasi gelombang III nanti akan dilaksanakan, pihaknya masih menunggu proses selanjutnya. “Sekarang masih kita proses,” kata anggota Dewan Pers yang juga mantan Ketua Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) tersebut. 

Pemimpin Umum inilahonline.com Piyarso Hadi (kiri) berkesempatan berpose bersama dengan Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo (kanan)

Vaksinasi dosis pertama berlangsung pada 24 Maret  – 9 April lalu di tempat yang sama. Upaya menciptakan  herd immunity atau kekebalan kelompok ini merupakan kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta, Dewan Pers, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama-sama dengan 11 Asosiasi Media dan Asosiasi Wartawan, salah satunya PWI

Menurut Ketua Bidang Distribusi Bantuan PWI Peduli Pusat Karim Paputungan yang turut memantau pelaksanaan vaksinasi tersebut, secara keseluruhan pelayanan berjalan lancar, dan sukses.  “Vaksinasi pertama dan kedua semuanya berlangsung lancar, cepat dan tertib,” ujarnya. 

Selain itu M Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada Pemrov DKI jakarta dan para rekan-rekan wartawan yang memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada awak media ini atas partisipasinya untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah

“Terima kasih para perserta telah menyempatkan hadir  menerima dosis kedua. Kegiatan jurnalistik seperti liputan, walaupun ada pandemi tidak pernah berhenti. Namun untuk menerima vaksinasi, wartawan harus meluangkan waktu,” pungkasnya. (M . Iqbal Saputera)

Komentar