oleh

Dokter Spesialis Datang Tepat Waktu, Rumah Sakit Dr Margono Soekarjo Terima Penghargaan

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Pelayanan berbasis online untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan salah satunya, komitmen dokter spesialis untuk datang tepat waktu di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, membuat Pemprov Jateng menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019.

Penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) itu, diserahkan Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019) siang.

Pelayanan berbasis online di RSMS itu bernama TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng (dapat melihat) Antrean Pendaftaran dan Poliklinik. Melalui program itu, masyarakat yang telah mendaftar secara online untuk berobat di poliklinik RSUD Margono Soekarjo juga bisa memperkirakan jam berapa pasien tersebut akan mendapat pelayanan.

“Kami memang mendorong agar setiap instansi membuat satu inovasi, satu opd satu inovasi, begitu pula kabupaten kota, kita pilih yang mana mau dilombakan. Kita ajukan 22 dan masuk ke Top 99, kemudian diseleksi menjadi 45 yang terbaik, kita mendapat 8 yang terbaik. Kami tentu bangga dan seneng, di Jateng, inovasi menjadi tradisi, karena telah membanggakan masyarakat,” kata Ganjar.

Dengan penghargaan itu, Ganjar berharap menjadi rangsangan maupun semangat baik di pemprov, pemkab, pemkot, untuk membuat aplikasi atau sistem yang mendorong layanan publik menjadi lebih baik lagi. Selain itu, juga akan menjadi rujukan nasional maupun daerah-daerah yang belum membuat aplikasi atau sistem.

“Kita ini sebenarnya punya banyak aplikasi bagus, ada Sakpole, Sihati, Jalan Cantik yang tidak kita ikutkan lomba. Tapi memang belum ingin kita ikutkan saja,” tandasnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang. Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi.

“Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah, terutama bagi daerah yang memegang prinsip kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya, kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik,” kata Wapres.

Syafruddin menjelaskan bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018. Instansi yang berpartisipasi pada KIPP 2019 juga berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.

Sebelumnya terdapat dua instansi yang berhasil menjuarai ajang bergengsi UNPSA, yaitu inovasi Sistem Early Detection and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni, dan inovasi PetaBencana.id milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Posisi ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjuarai lagi, sehingga kita bisa hattrick berturut-turut memenangkan UNPSA,” ujarnya.

Plt Direktur RSMS, Yunita Dyah Suminar menambahkan, penghargaan itu baginya hanya bonus, yang utama baginya, masyarakat dapat terlayani dengan baik, mudah, murah, dan cepat. RSMS, kata dia, harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar masyarakat makin merasa nyaman dan puas dilayani.

“Tantangan ke depan, perlu kita kembangkan pelayanan yang lebih bersifat pre hospital preventif dan promotif (berbasis individu atau masyarakat. Hospital without wall, terpadu dengan intra hospital dan post hospital,” katanya.

Untuk diketahui, selain penghargaan aplikasi yang menjamin dokter datang tepat waktu melalui TeLe ApIK, tujuh pemerintah kabupaten di Jateng juga menerima penghargaan. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui program OCe OKe (Siasat Keren Cegah 3 Terlambat dengan 4 Pantauan), Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan program Pattas Sosial Mitra Kurir Langit (Penanganan Cepat, Tanggap dan Tuntas dalam Pendampingan Warga Miskin Penderita Sakit Kronis).

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Brebes dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan Balakar to Response Time (BArisan SukareLA KebaKARan menuju Response Time), Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Rumah Kedelai Grobogan, Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Misteri Calon Pengantin Paseso Merapi (Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat) dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Rumah Sakit Rasa Toyota.

(Suparman)

Komentar