oleh

Dosen Pendidikan se-Jambi Siap Terapkan “MIKiR” di Perkuliahan

INILAHONLINE.COM, JAMBI

Sebagai tempat belajar calon guru di masa depan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memiliki peranan penting dalam menghasilkan guru yang berkualitas. Hal ini menjadi perhatian Tanoto Foundation bersama FKIP Universitas Jambi dalam menyebarluaskan praktik baik pembelajaran aktif ke semua dosen LPTK yang ada di Provinsi Jambi.

Hal itu terungkap ketika sejumlah dosen LPTK FKIP dari perguruan tinggi se Provinsi Jambi menyelenggarakan diseminasi praktik baik pembelajaran Program PINTAR oleh FKIP Universitas Jambi di Aula LP3M kampus Pinang Masak Mendalo, Selasa, (3/9/2019).

Dekan FKIP Universitas Jambi, Prof. Dr. Rer-nat Asrial, M.Si dalam sambutannya mengatakan, dosen jangan sampai ketinggalan dari guru-guru yang telah didampingi oleh Tanoto Foundation, “Mereka sudah melakukan pembelajaran aktif, kita nggak boleh ketinggalan, harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, sebagai lembaga penghasil guru, inovasi-inovasi harus terus dikembangkan, salah satunya melalui Program PINTAR dengan pembelajaran MIKiR.

“Di perkuliahan, saya dorong rekan-rekan dosen LPTK untuk Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi atau MIKiR dengan mahasiswanya, ke depan ketika mereka menjadi guru, akan mencontoh apa yang kita lakukan,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Medi Yusva, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi mengajak rekan-rekan dosen menerapkan kepada mahasiswanya, “Guru akan habis, faktor usia dan atau pensiun, pelatihan pasti ada batasnya, maka solusinya melalui dosen yang mengajar mahasiswa calon-calon guru yang ada di fakultas pendidikan ini,” ujar Medi.

Pelatihan ini diikuti 40 dosen LPTK FKIP se Provinsi Jambi dari beragam kampus. Tercatat ada dari Universitas Batang Hari, Universitas Adiwangsa, STKIP Muhammadiyah Muaro Bungo, STKIP Al Azhar Diniyyah Jambi, FKIP Universitas Jambi, hingga pengurus MGMP Muaro Jambi.

Seperti Khidayatul Munawwaroh, dosen FKIP Universitas Batang Hari mengaku senang dengan pelatihan, “Ini praktik pelatihan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi dosen karena terasa ringan dan tidak melelahkan. Peserta lebih aktif dan kami menyukai Program PINTAR Tanoto Foundation ini” ujar dosen Bahasa Inggris tersebut.

Bagi dosen, pelatihan dan praktik mengajar tersebut adalah sebuah refleksi dan upgrading. Pengelolaan kelas yang bervariasi, aktivitas mahasiswa secara individual dan berpasangan, hingga berkelompok, lembar kerja yang menuntut kreativitas mahasiswa, dan dibukanya kesempatan mereka untuk bertanya.

“itu semua benar-benar mengasyikkan baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen. Saya yakin para mahasiswa, sebagai calon guru pun akan menyukai model pembelajaran ini,” kata Rina Kusuma Dewi, dosen prodi matematika Universitas Jambi.

“Pelatihan ini menyadarkan kekeliruan kami selama ini dalam melaksanakan perkuliahan. Bagaimana kita bisa mencetak calon-calon guru yang inovatif dan kreatif di lapangan bila perkuliahan masih dilaksanakan secara konvensional,” kata Yahvenel Evi Fussalam, dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Muaro Bungo.

”Kami sangat terbantu dengan berbagai variasi pendekatan pembelajaran di kelas. Ini memperkaya jurus mengajar kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, transformasi jurus mengajar kepada mahasiswa akan membuat mereka lebih siap mengajar dengan pendekatan pembelajaran aktif.

“Mereka akan lebih siap,” pungkasnya.

(Ahmad Syaiful Bahri)

Komentar