INILAHONLINE.COM, LHOKSEUMAWE – Perjalanan misi kemanusiaan DPP Legian Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada hari kedua melanjutkan perjalanan menuju sejumlah wilayah penting: Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara (Lhoksukon), Kabupaten Aceh Timur, hingga Kota Langsa. Tim DPP LVRI didampingi langsung oleh Kamada Provinsi Aceh, Kolonel (Purn) M. Djafar Karim.
Keputusan berangkat lebih awal bukan tanpa alasan. Di hadapan tim terbentang tantangan perjalanan yang sangat menentukan: lintasan jembatan yang kondisinya belum sepenuhnya normal, rawan kemacetan panjang dan bisa menghambat seluruh agenda penyaluran bantuan. Jika terlambat, bukan hanya waktu yang terbuang, tetapi juga jadwal kunjungan ke beberapa kantor cabang LVRI bisa terganggu.
Strategi tim sederhana namun krusial: bergerak sebelum arus kendaraan memadat. Perhitungan itu terbukti tepat. Saat tiba di titik jembatan, antrean kendaraan masih relatif lengang. Waktu tunggu sekitar setengah jam, jauh lebih singkat dari perkiraan terburuk. Tim berhasil melintas lebih awal, tanpa harus terjebak kemacetan panjang yang berisiko menguras tenaga dan waktu.
Menariknya, selama melintasi jalur tersebut, tim mendapat pengawalan sekaligus panduan rute dari dua orang veteran LVRI Cabang Bireuen yang dengan setia mengawal menggunakan sepeda motor. Keduanya adalah Peltu Purn. Hermansyah (Sekretaris Macab Bireuen) dan Mayor Purn. Ichwan (Plt.Kamacab Bireuen) yang berboncengan di depan rombongan, menunjukkan jalur paling aman dan cepat untuk ditempuh. Dalam kondisi lapangan yang dinamis, kehadiran mereka menjadi penentu kelancaran perjalanan.
Setiap menit terasa sangat berharga. Tim berpacu dengan waktu, memanfaatkan setiap kesempatan agar target kunjungan dapat tercapai. Di setiap daerah tujuan, penerima bantuan telah dipersiapkan oleh pengurus cabang setempat. Tidak ada ruang untuk keterlambatan.
Pada hari kedua ini, tanggung jawab utama tim adalah memastikan bantuan dari DPP LVRI benar-benar tersalurkan sesuai amanat pimpinan: tepat sasaran, diterima oleh mereka yang berhak, dan dalam kondisi utuh. Prinsip kemanusiaan dan tanggung jawab organisasi menjadi pegangan di setiap titik kunjungan.
Di tengah padatnya agenda dan tantangan perjalanan, tim menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada para veteran LVRI Cabang Bireuen, khususnya Herman Noer dan rekannya, yang telah ikut berperan aktif memperlancar tugas kemanusiaan ini. Kebersamaan dan semangat sesama veteran kembali terasa nyata, bahwa pengabdian tidak berhenti oleh usia atau medan, selama niat dan kepedulian masih menyala.
Hari kedua pun dilalui dengan penuh kewaspadaan, kerja sama, dan keyakinan bahwa setiap langkah perjalanan ini membawa arti bagi mereka yang menunggu uluran tangan di sepanjang Aceh. (Dadi)




























































Komentar