oleh

Dugaan “Penyunatan” TPP Ribuan Guru SD, Dedi Aroza : Siapa Pun Tidak Boleh Melakukan Pemotongan

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Adanya Dugaan “Penyunatan” TPP Ribuan Guru Sekolah Dasar (SD) mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kab Bogor Dedi Aroza dari Fraksi PKS. Menurut Dedi TPP merupakan hak dari guru, karenanya siapa pun tidak boleh menyunat. Tidak ada aturannya.

“TPP merupakan hak dari guru, karenanya siapa pun tidak boleh menyunat. Tidak ada aturannya. Masalah ini akan saya konfirmasikan ke Kadisdik,” ujar Dedi, Kamis (20/02/2020) kemarin melalui telepon selulernya.

Dijelaskan Dedi, jika benar itu terjadi, sangat disayangkan sekali. Oleh karenanya pihaknya akan segera konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan. Jika itu benar Dedi minta pelakunya diberikan sanksi. Kendati begitu ia tetap memjujung tinggi azas praduga tidak bersalah.

Sebagaimana diberitakan inilahonline.com (Selasa, 18/02/2020), diduga kuat telah terjadi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang berprofesi sebagai guru ” sebesar Rp10.000/bulan/orang. Ada ribuan guru yang diduga mengalami pemotongan. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna berjanji akan memanggil Koordintor Pelayanan Pendidikan (Koryandik).

“Jika benar telah terjadi pemotongan dana TPP, tentu saya akan Panggil Koordintor Pelayanan Pendidikan (Koryandik) nya. Dan bagi guru yang diduga telah dipotong TPP nya mengadu saja langsung ke saya. Tidak usah takut dan saya jamin kerahasiaannya,” ujar Entis di ruang kerjanya Selasa (18/02/2020). Mantan Camat Ciomas tersebut berharap ke depan tidak terjadi lagi adanya pemotongan

Adanya dugaan pemotongan tersebut diungkapkan beberapa guru SD di Cibinong belum lama ini. “Pemotongan dilakukam oleh oknum KLP setempat dengan dalih dana partisipasi, tapi tidak ada laporannya dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar seorang guru SD sebut saja namanya Lucky (bukan nama sebenarnya) di Cibinong, Kab Bogor. Januari lalu.

Menurutnya pemotongan tersebut diduga kuat juga dialami guru-guru SD berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya yang menerima TPP. Di Kecamatan Cibinong ada 65 SD Negeri, jika diasumsikan ada empat ASN/SD maka jumlah guru ASN sebanyak 260 orang.

Hal senada diungkapkan, Nancy (juga seorang guru, bukan nama sebenarnya) yang ditemui terpisah, jumlah guru tersebut jika dikonversi dengan Rp10.000, maka dalam sebulan dana partisipasi yang didapat total sebesar Rp2.600.000. Sayangnya tidak ada pertanggungjawabannya.
“Sampai saat ini saya belum melihat seperti apa pertanggungjawaban dan penggunaanya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kab Bogor, Yanto yang ditemui di kantornya Selasa (21/1) untuk dikonfirmasi mengatakan, tidak tahu akan hal itu. “Apa iya ada pemotongan dana TPP, saya baru dengar. Yang dipotong semua guru atau hanya sebagian saja ?,” tanyanya. Dijelaskan, Di Kabupaten Bogor terdapat 1543 SD Negeri tersebar di 40 kecamatan.

Jika diasumsikan ada tiga guru/SD, maka jumlah total sebanyak 4.693 guru. Sedang menurut Kepala Subag Kepegawaian Disdik, Burhanudin yang ditemui sebelumnya mengatakan, jumlah guru berstatus ASN mencapai 9000 lebih. “Persisnya berapa saya tidak tahu, saya mesti lihat catatan dulu, tapi jumlahnya 9000 lebih,” tandasnya.

Terkait adanya dugaan potongan dana TPP tersebut, Kepala Subag Keuangan Disdik Hj. Tuti yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (21/1), mengaku baru tahu. “Saya baru tahu, tapi sepengetahuan saya tidak ada yang mengalir kemari, gak tahu kalau ke yang lain,” katanya.

Hj. Tutik mengaku telah beberapa kali ke Kantor Layanan Pendidikan (KLP) Cibinong tapi belum ketemu dengan Koryandik Surtiningsih. Adanya dugaan “penyunatan” dana TPP guru-guru di wilayah Kecamatan Cibinong, Koryandik Disdik wilayah Cibinong, Surtiningsih yang hendak dikonfirmasi beberapa kali, belum lama ini belum berhasil ditemui.

Sementara sumber lain yang layak dipercaya yang juga seorang tenaga kependidikan yang minta namanya dirahasiakan yang tinggal di wilayah selatan, mengatakan pemotongan juga terjadi wilayahnya, dalihnya untuk mereka yang memasuki pensiun. Dan hampir semua guru yang ada di Kecematan kecamatan lainnya diduga kuat mengalami penyunatan.

(Agoeng HP)

Komentar