Gajar: Budi Pekerti itu Budaya Islam

Jawa Tengah, Politik460 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi Kampung Jawi di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (29/5/2018) malam. Kedatangan gubernur nonakti itu disambut tarian dan tabuhan gamelan yang dimainkan anak-anak setempat.

Acara itu digelar di pelataran kantor Sekretariat Kampung Jawi, yang merupakan kediaman Ketua RW 1 Sukorejo, Siswanto.

“Kampung Jawi mboten namung nguri-uri budaya Jawi, inggih nguripke kabudayan,”kata Siswanto.
Dia mencontohkan salah satu kegiatan bernama Pasar Jaten.

Pasar itu, kata Siswanto, digelar tiap hari Minggu Legi pagi. Lokasinya di sekitar perkebunan pohon jati, sekitar Kampung Jawi.

“Pasar Jaten merupakan sebuah pariwisata tradisional di kampung ini. Produk-produknya ada getuk dan lainnya,”imbuhnya.

Ganjar berujar budaya bukan hanya seni. Bukan hanya joget, batik, tembang, makanan. Baginya, hal tersebut hanya produk budaya.

Menurut Ganjar, budaya berarti budidaya. Ada akal, ada budi, ada daya.

“Budaya yang baik itu membuat hati bersih, pikiran bersih. Tidak ada curiga. Itu budaya top, islami,”ujarnya.

Ganjar pun berpesan agar anak-anak di Kampung Jawi tak sekadar diajari berkesenian. Harus ada pelajaran budi pekerti sebagai budaya yang sesungguhnya.

“Saya titip anak-anak ini ya. Jangan sampai kayak yang di kota sebelah kemarin. Ada anak-anak diajari membunuh dengan bom. Jangan sampai itu terjadi di Jawa Tengah ya,”ujarnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar