oleh

Gunung Sinabung Masih di Level Siaga, Masyarakat Dihimbau Jauhi Zona Merah

INILAHONLINE.COM, MEDAN-SUMUT

Lama tak erupsi, Gunung Sinabung di kabupaten Tanah Karo, provinsi Sumatera Utara ini kembali erupsi. Hampir setiap tahun sejak 2010, gunung ini mengalami erupsi kecil dan besar. Terakhir, sebelum 2020 terjadi pada 11 Mei 2019, pukul 20.39 WIB.

Gunung api berketinggian 2.460 mdpl (meter dari permukaan laut) ini terpantau mengalami aktivitas solfatara di puncak dan lereng atas sejak tahun 1912. Namun hingga memasuki tahun 1990-an Gunung Sinabung menjadi salah satu tempat favorit para pendaki selain Gunung Sibayak. Lalu ditutup sejak 2010, terlebih sejak mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dari level siaga (level III) menjadi level awas (level IV) pada 24 November 2013, pukul 10.00 WIB.

Erupsi yang berulang ulang ini kian sangat berbahaya sejak 25 Februari 2016 ketika menyemburkan lava pijar sejauh 500 meter dan tinggi kolam abu 2.000 meter. Lalu 22 Mei 2016 erupsi dengan luncuran awan panas telah mengakibatkan tujuh orang tewas. Waktu itu, gelombang panas disertai batu-batuan menghanguskan pemukiman penduduk dan lahan pertanian. Awan panas itu mengalir cepat dengan suhu sampai 700 derajat celcius dan membakar apa saja yang diterjangnya. Terpantau radius 12 kilometer ditutupi lapisan abu tebal. Korban adalah penduduk yang kembali ke kediaman mereka setelah tahun 2014 pernah dievakuasi, di antaranya dari desa Gamber, kecamatan Simpang Empat, kabupaten Tanah Karo.

Sejak peristiwa itu banyak desa-desa di zona merah yang menjadi “kampung hantu”, seperti desa Simacem, kecamatan Naman Teran yang ludes rata dengan tanah tersapu awan panas, kecuali bangunan gereja yang roboh. Termasuk juga di desa Sukanalu pada kecamatan yang sama, bangunan di desa ini tercabik-cabik dan kini tak lagi berpenghuni. Bahkan masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, kini menjadi bangunan tua.

“Dulu, saat SMA di MAL FT IAIN SU Medan, Kami selalu melakukan pengabdian masyarakat di desa Sakanalu ini, dan menghidupkan Sholat Berjamaan di masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Kini kampung itu tak lagi berpenghuni sebab berada di zona merah dan terdampak pada erupsi Sinabung Mei 2016 lalu. Kita merindukan masa-masa itu. Semoga warga di sekitar Sinabung selalu dilindungi Allah Subhanahuwata’ala dari bencana erupsi,” kata Surya Herdiansyah SH MH, tamatan tahun 2000 MAL FT IAIN SU Medan, mengenang masa lalu di kampung tersebut, Rabu (12/08/2020).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, kembali menghimbau warga agar menjauhi zona merah erupsi Gunung Sinabung. “Zona merah yang dilarang itu harus tetap dipatuhi, demi keselamatan warga masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin terkait dengan erupsi Gunung Sinabung yang terjadi kembali sejak Sabtu Dinihari 8 Agustus 2020 dan berulang dengan tinggi kolam teramati sekitar 5.000 di atas puncak atau 7.460 mdpl dengan abu berwarna kelabu dan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara pada Senin 10 Agustus 2020, pukul 10.16 WIB.

Tersebar video di group-group WhatsApp, bahwa erupsi 10 Agutus 2020 tersebut kondisi Pukul 10.16 Pagi tiba-tiba berubah gelap gulita seperti Pukul 10 malam tanpa cahaya.

Sejak erupsi pertama di bulan ini, BPBD setempat memperketat pelarangan kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak berada di zona merah yang terdampak, seperti beberapa titik di kecamatan Naman Teran, Teganderkat, Payung, Berastagi, Simpang Empat, dan Merdeka. Setidaknya yang berlokasi dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung, radius 5 kilometer di sektor selatan-timur dan 4 kilometer di sektor timur-utara.

Kunjungan Danrem 023/KS

Masih terkait erupsi Gunung Sinabung, Danrem 023/KS Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang SH MM, Rabu (12/08/2020) melakukan kunjungan ke desa terdampak. Terlihat turut mendampingi, Dansatgas Gunung Sinabung Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto SSos yang juga Dandim 0205/Tanah Karo, Bupati Tanah Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo, dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung. Mereka juga menyinggahi Pos Pantau PVMBG Sinabung yang terletak di desa Ndokum Siroga, kecamatan Simpang Empat.

Saat meninjau lokasi yang terdampak erupsi Gunung Sinabung, Danrem 023/KS menyampaikan kepada seluruh prajurit Kodim 0205/TK untuk selalu siap membantu masyarakat yang terdampak erupsi setiap saat tanpa harus diminta.

Danrem juga mengingatkan kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya yang telah ditentukan oleh PVMBG Sinabung. Lalu juga menghimbau, agar menggunakan masker saat keluar rumah.

Sementara itu, saat mendampingi Danrem 023/KS, Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Sinabung Letkol Kav Yuli Eko Hadiyant SSos (Dandim 0205/TK) mengatakan, saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III atau Siaga. (Aziz Panjaitan)

Komentar