oleh

Indocement Optimis Permintaan Semen Akan Lebih Tinggi Pada Semester Kedua 2019

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Indocement merasa optimis akan permintaan kebutuhan semen yang lebih tinggi pada semester kedua tahun 2019. Pasalnya, Indocement jelas menghadapi persaingan yang ketat di pasar dengan masuknya pemain semen baru dan terus menerusnya kelebihan pasokan semen. Pada tahun 2019 ini, Indonesia akan memiliki kapasitas terpasang sekita 115 juta ton dan konsumsi semen diperkirakan baik 4 persen ke level 72 juta ton, sehingga over supply sebesar 43 juta ton. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT. Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), Tbk, Christian Kartawijaya kepada awak media usai kegiatan Buka Bersama dengan para jurnalis, di Wisma Indocement Jakarta, Selasa (28/5/2019)

“Pada semester kedua 2019, Indocement mengantisipasi naiknya permintaan domestik bersumber dari lanjutan program infrastrukur dan ekspektasi peningkatan di sektor property baik hunian maupun komersial sebagai efek domino dari infrastrukur yang lebih baik di berbagai daerah,” ujarnya.

Dikatakn Christian, pihaknya memperkirakn bahwa sampai dengan akhir tahun 2019, pertumbuhan konsumsi semen domestik akan mengalami peningkatan sebesar 3 persen sampai dengan 4 persen jika dibanding pada tahun lalu. Dengan lemahnya permintaan akan semen (cement demamd) sampai dengan YTD April tahun inii masih -2,9 persen, maka pihaknya berharap bahwa setelah lebaran dan setelah penetepan presiden pada Pemilu 2019 ini, maka permintaan semen akan meningkat drastis untuk mengejar angka pertumbuhan tersebut.

“Hal ini dimungkinkan dari peningkatan pembangunan infrastrukur dan juga pasar property yang kembali menggeliat di semester kedua ditahun 2019 ini. Permintaan klinker domestik, kami perkirakan juga akan mengalami peningkatan dan Indocement dalam posisi yang siap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi klinker domestik tersebut disamping juga terus menjajaki pangsa pasar klinker ekspor,” katanya.

Adapun menyangkut biaya-biaya produksi Indocement akan membaik, dikarenakan penguatan nilai rupiah dan penurunan harga batu bara dan minyak di semester I tahun 2019. Selain itu, di segala bidang untuk menekan biaya produksi akan terus dilakukan oleh Indocement diantaranya, dengan mengoperasikan pabrik terbaru dan paling efisien (P14) dengan kapsitas sebesar 4,4 juta ton di pabrik Citeureup Kabupaten Bogor secara penuh, sehingga mampu menekan biaya sebesar USD 7 sampai USD 8 per ton dibandingkan dengan pabrik yang lebih tua memakai batu bara dengan kalori lebih rendah.

“Pemakain bahan bakar alternatif juga terus dilakukan untuk menekan biaya energi dan pemakain batubara. Selain itu, Indocement akan memperoleh efisiensi dari baiaya logsitik dan distribusi dengan telah beroperasinya secara penuh dua terminal semen terbaru di Palembang dan Lampung,” imbuh Christian.

(Piya Hadi)

Komentar